Metropolitan

Wali Kota Surabaya Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Saluran Air, Tekankan Aspek Keselamatan

×

Wali Kota Surabaya Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Saluran Air, Tekankan Aspek Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Eri juga memberikan tenggat waktu kepada pimpinan proyek (pimpro) serta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap proyek yang sedang berjalan.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengambil langkah tegas usai insiden kecelakaan sepeda motor yang menewaskan seorang warga berusia 69 tahun di kawasan proyek saluran air Margorejo, tepatnya di depan Plasa Marina.

Sebagai respons atas kejadian tersebut, ia menginstruksikan penghentian sementara seluruh aktivitas pengerukan pada proyek box culvert di Kota Surabaya. Kebijakan ini berlaku hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan proyek.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Instruksi tersebut disampaikan saat Eri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek Margorejo pada Selasa (16/6/2026). Ia menegaskan bahwa upaya penanganan banjir tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat.

“Seluruh pekerjaan box culvert yang melakukan pengerukan jalan saya minta dihentikan sementara. Harus dilakukan evaluasi total terkait sistem pengamanannya,” tegasnya.

Eri juga memberikan tenggat waktu kepada pimpinan proyek (pimpro) serta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap proyek yang sedang berjalan.

Dalam evaluasi tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang wajib dipenuhi oleh kontraktor. Salah satunya, pengerukan jalan tidak boleh dilakukan dalam jarak panjang secara bersamaan, melainkan harus bertahap.

“Kerjakan beberapa meter, lalu ditutup dan diamankan, baru lanjut ke titik berikutnya,” ujarnya.

Selain itu, setiap lokasi pengerukan wajib dilengkapi pembatas rapat tanpa celah serta lampu rotari sebagai penanda agar mudah terlihat oleh pengendara, khususnya pada malam hari.

Ia juga menyoroti penempatan material proyek. Menurutnya, material box culvert yang belum terpasang tidak boleh diletakkan di titik rawan seperti tikungan atau area dekat pintu keluar fasilitas umum karena dapat mengganggu pandangan pengguna jalan.

Untuk proyek yang telah selesai, Eri meminta agar lubang kontrol (manhole) dilengkapi rangka dan ditutup dengan aspal yang rata agar tidak menimbulkan gelombang atau bunyi saat dilalui kendaraan.

Baca Juga  Waspada Potensi Hujan di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Hari Ini

Pemerintah Kota Surabaya memberikan batas waktu hingga Kamis (18/6/2026) bagi seluruh kontraktor untuk memperbaiki sistem pengamanan proyek. Eri menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika masih ditemukan kelalaian.

“Saya beri waktu sampai Kamis. Jika masih ada pelanggaran, saya tidak segan mencopot kepala dinas maupun pimpinan proyek,” tegasnya.

Terkait insiden di Margorejo, ia menyatakan proses hukum sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor sesuai perjanjian kerja, terlebih konsultan pengawas sebelumnya telah memberikan peringatan tertulis.

Eri menegaskan, evaluasi ini merupakan kesempatan terakhir bagi seluruh kontraktor yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya. Jika masih ditemukan pelanggaran keselamatan, maka kontrak akan diputus secara sepihak.

“Bukan proyeknya yang dihentikan total, tetapi tidak boleh membuka pengerukan baru sebelum yang lama benar-benar aman. Ini peringatan terakhir,” pungkasnya.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *