HeadlineNasional

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Polri Harus Siap Hadapi Tantangan Global, AI, dan Kejahatan Siber

×

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Polri Harus Siap Hadapi Tantangan Global, AI, dan Kejahatan Siber

Sebarkan artikel ini
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan 418 lulusan Sespim Polri 2026 harus menjadi pemimpin adaptif, menguasai teknologi digital, AI, dan siap menjaga stabilitas keamanan nasional.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa sebanyak 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus siap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah tantangan global, pesatnya transformasi digital, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-35, Sespimmen Polri Dikreg ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
(Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa sebanyak 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus siap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah tantangan global.

Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Seluruh lulusan akan kembali bertugas di satuan masing-masing sebagai calon pemimpin yang diharapkan mampu menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

“Kelulusan ini bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari pengabdian dengan tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Wakapolri.

Perkuat Kolaborasi Lintas Institusi

Pendidikan kepemimpinan Polri tahun ini juga memperkuat sinergi antarinstansi. Program Sespimti diikuti oleh 47 peserta dari Polri, delapan peserta TNI, serta dua peserta yang berasal dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sementara itu, pendidikan Sespimmen diikuti personel Polri, TNI, serta dua peserta dari Timor Leste sebagai bagian dari kerja sama internasional dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan.

Tantangan Global dan Transformasi Digital

Dalam amanatnya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyoroti berbagai tantangan global yang masih dihadapi dunia, mulai dari konflik geopolitik, peperangan, hingga persaingan antarnegara yang berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, dan perekonomian.

Baca Juga  Pelatihan Vokasi Batch 2 Resmi Dibuka 19 Mei, Gratis dan Siap Cetak 30 Ribu Tenaga Kerja Bersertifikat

Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi Indonesia sehingga stabilitas keamanan nasional menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan.

Ia menegaskan, Polri memiliki peran strategis untuk memastikan berbagai program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh pelaku kriminal.

Karena itu, Wakapolri meminta seluruh lulusan Sespim meningkatkan kompetensi di bidang digital, termasuk penguasaan AI, analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT), agar mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data.

“Pemimpin Polri masa depan harus mampu membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta memiliki kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” tegasnya.

Waspadai Radikalisme Digital

Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme masih terus berkembang, terutama melalui ruang digital yang menyasar generasi muda.

Ia mengungkapkan, sepanjang periode 2023 hingga 2026, Polri telah melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka yang berasal dari delapan kelompok teroris. Selain itu, Indonesia berhasil mempertahankan status zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.

Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran radikalisme digital maupun fenomena Nihilistic Violent Extremism melalui penguatan deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, dan pengawasan ruang siber bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kepercayaan Publik Menjadi Modal Utama

Mengutip pesan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menegaskan bahwa kekuatan utama Polri terletak pada kepercayaan masyarakat.

Hal itu, menurutnya, sejalan dengan hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan sebanyak 82,4 persen masyarakat optimistis kinerja Polri akan semakin baik.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan di Driyorejo

“Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Setiap tindakan, keputusan, dan sikap akan mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, dan berikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya serta dicintai masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi.

Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. dari Sespimti. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diberikan kepada Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. (Sespimmen) dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H. (SPPK).

Sementara penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Pratama pada kategori Sespimma diraih AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M.

Mengakhiri amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan menjadikan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal untuk memperkuat institusi Polri, mempererat sinergi lintas sektor, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *