Magelang, Jatim Mandiri – Wakil Bupati Magelang Sahid secara resmi membuka Festival Rebana, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Tahun 2026 pada Senin (12/10) malam. Acara digelar di halaman parkir Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Sahid menegaskan bahwa pelaksanaan rangkaian kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk membumikan Al Quran di tengah masyarakat. Ia menyampaikan harapan agar ajang tersebut mampu memperkuat tradisi keilmuan pesantren sekaligus membentuk generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia.
“Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk membumikan Al Quran, memperkuat tradisi keilmuan pesantren, mengembangkan seni islami, serta membentuk generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Sahid menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kecamatan yang turut berpartisipasi dalam ajang ini. Ia berharap kehadiran para peserta mampu membawa keberkahan dan semangat baru bagi masyarakat Kabupaten Magelang.
“Semoga kehadiran panjenengan (anda) semua di tempat ini membawa keberkahan dan semangat untuk menumbuhkan kecintaan kita terhadap Al Quran,” katanya.
Sahid juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian prestasi kafilah asal Kabupaten Magelang di tingkat nasional. Ia menyebut bahwa setiap tahun Kabupaten Magelang konsisten mengirimkan wakil-wakil terbaik untuk berkompetisi di ajang bergengsi tersebut.
“Pada ajang MTQ Tingkat Nasional XXXI di Kota Semarang pada 11–20 September 2026, Kabupaten Magelang diwakili oleh ananda Gian Franco Zola untuk cabang Qiro’at Murottal Remaja Putra,” katanya.
Melalui pelaksanaan MTQ dan MQK kali ini, Sahid berharap lahir kembali kafilah-kafilah terbaik yang siap mengharumkan nama Kabupaten Magelang di jenjang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga menekankan pentingnya semangat membaca dan mengamalkan Al Quran agar semakin tumbuh dan mengakar di setiap keluarga serta lingkungan masyarakat.
“Namun yang paling penting, semoga semangat membaca dan mengamalkan Al Quran ini semakin tumbuh dan mengakar di setiap keluarga serta lingkungan masyarakat kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Magelang Daryoko Umar Singgih melaporkan bahwa peserta kegiatan ini merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Magelang. Ia menyebut tujuan strategis ajang ini antara lain melestarikan seni budaya islami melalui dakwah bil fann, menumbuhkembangkan kecintaan umat Islam terhadap Al Quran, meningkatkan kualitas generasi muda qurani, serta mendorong penguatan tradisi keilmuan Islam melalui pengkajian kitab kuning secara moderat dan kontekstual.
“Selain mempererat silaturahmi dan ukhuwah islamiah antara pemerintah, lembaga keagamaan, pesantren, madrasah, dan masyarakat, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang seleksi serta pembinaan calon peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Magelang ke tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.












