Nasional

Viral Lagu Bupati Purwakarta, Om Zein Minta Maaf usai Dikritik Atalia Praratya karena Liriknya

×

Viral Lagu Bupati Purwakarta, Om Zein Minta Maaf usai Dikritik Atalia Praratya karena Liriknya

Sebarkan artikel ini
Om Zein minta maaf.
Example 468x60

Bandung,Jatimmandiri.id, –  Lagu berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang dibawakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menjadi perbincangan luas di media sosial. Karya berbahasa Sunda tersebut menuai kritik setelah liriknya dinilai mengandung stereotip terhadap perempuan dan dianggap menyentuh isu biologis perempuan secara tidak pantas.

Perdebatan mengenai lagu itu berkembang setelah potongan liriknya beredar di berbagai platform digital. Sejumlah kalangan menilai isi lagu tidak lagi sekadar humor, melainkan mengandung narasi yang bias gender sehingga memicu reaksi dari masyarakat, termasuk tokoh publik dan legislator.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Salah satu kritik datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap isi lagu tersebut karena tidak melihat adanya pesan yang menghormati perempuan.

“Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” tulis Atalia.

Menurut Atalia, polemik tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan selera seni maupun kebebasan berekspresi. Ia menilai pemilihan kata dalam lagu itu justru bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya Sunda yang selama ini dikenal menjunjung tinggi penghormatan, kepedulian, dan kebijaksanaan.

“Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah… Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan… Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih? Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan,” jelas Atalia Praratya.

Baca Juga  Animo Pendaftar Membludak, Polteknaker Perpanjang Seleksi SBP 2026 hingga 27 Mei

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan perjuangan menghapus budaya patriarki yang hingga kini masih menjadi tantangan di Indonesia.

“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?” pungkasnya.

Di tengah derasnya kritik, Om Zein akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Bupati Purwakarta itu menegaskan bahwa lagu tersebut tidak dibuat untuk menyerang ataupun merendahkan pihak mana pun.

“Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” tutur Om Zein.

Permintaan maaf tersebut menjadi respons atas polemik yang terus bergulir sejak lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” viral di media sosial. Hingga kini, perdebatan mengenai batas kebebasan berkarya, sensitivitas terhadap isu gender, dan tanggung jawab figur publik dalam menyampaikan pesan melalui karya seni masih menjadi sorotan masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *