Edu-Life & Sport

TKA 2026 Tak Sekadar Angka, Hasilnya Harus Perbaiki Pendidikan

×

TKA 2026 Tak Sekadar Angka, Hasilnya Harus Perbaiki Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA Jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat tahun 2026 di Jakarta Pusat pada Selasa (11/8/2026).
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat tahun 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan TKA dengan baik.

Menurut dia, pelaksanaan TKA 2025 mencatat hasil yang baik dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Hal tersebut antara lain terlihat dari semakin luasnya pemanfaatan hasil TKA dalam berbagai kebutuhan pendidikan.

Hasil TKA, kata Mu’ti, telah menjadi salah satu referensi dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Selain itu, hasil asesmen tersebut juga digunakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya melalui jalur prestasi akademik.

“TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat. Sejatinya, hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai informasi penting guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

Ia menjelaskan, pemanfaatan hasil asesmen tersebut berkaitan dengan konsep assessment of learning. Jika asesmen pada tahap awal digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran, hasilnya selanjutnya perlu menjadi masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” katanya.

Perkuat Kesiapan Penyelenggaraan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan bahwa penyelenggaraan TKA merupakan kerja bersama yang membutuhkan kesiapan seluruh pihak.

Baca Juga  Persija Kukuh di Posisi Tiga usai Bungkam Persik Kediri 3-1

Menurut Toni, keberhasilan TKA tidak hanya ditentukan saat pelaksanaan berlangsung. Proses tersebut juga sangat bergantung pada kualitas koordinasi, ketepatan perencanaan, serta kedisiplinan dalam mempersiapkan setiap tahapan.

Karena itu, Rakornas menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh penyelenggara memiliki persepsi dan standar yang sama dalam pelaksanaan TKA 2026.

Koordinasi meliputi kesiapan kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, hingga strategi komunikasi publik.

Toni juga memandang Rakornas sebagai tahap penting untuk menyelaraskan pemanfaatan hasil TKA SD dan SMP tahun 2026.

Hasil TKA diharapkan dapat dimanfaatkan para pemangku kepentingan pendidikan sebagai salah satu sumber informasi dalam melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki proses pembelajaran.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *