Edu-Life & Sport

Magang Mahasiswa UWK Surabaya: Belajar Jurnalistik dari Ruang Redaksi

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Magang Mahasiswa UWK Surabaya: Belajar Jurnalistik dari Ruang Redaksi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi UWK Surabaya melakukan kunjungan ke redaksi Jatim Mandiri, mempersiapkan magang.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id- Memasuki ruang redaksi menjadi pengalaman berbeda bagi mahasiswa UWK (Universitas Wijaya Kususma) Surabaya, program study Pendidikan Bahasa Indonesia yang selama ini mempelajari jurnalistik dari bangku kuliah. Kunjungan perdana ke kantor redaksi pada Senin (5/10) disambut hangat oleh jajaran redaksi di antaranya Pemred Jatim Mandiri, Eko Yudiona, serta dua redaktur Rahmad Setiawan dan Ayun Rahmawati.

Sebanyak sebelas mahasiswi yang didampingi satu dosen pembimbing itu tampak berbincang hangat di ruang podcast. “Kami bangga mendapat kepercayaan menerima adik-adik magang dari UWK prodi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia di kantor Jatim Mandiri. Ini merupakan kesempatan kalian untuk mempelajari secara riil apa yang telah kalian dapatkan di kampus,” papar Eko memberikan sambutan.
Sementara Rahmad Setiawan yang akrba disapa Wawan menanyakan passion para mahasiswi, “Bagi kalian yang sudah memiliki passion di bidang jurnalis, itu modal yang bagus. Namun banyak juga yang bisa dikembangkan, misalnya menulis novel, membuat essay dan banyak lagi. Di media ini kalian bisa berkarya,” jelasnya.
Kebutuhan magang ini merupakan bagian dari mata  kuliah sebanyak delapan sks yang akan ditempuh selama dua bulan. Mereka akan menerapkan teori akademik dan menemukan ritme kerja media yang dituntut cepat, akurat, sekaligus mampu menjawab perubahan perilaku pembaca.
Tentunya mereka akan mendapatkan pengalaman dan bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik atau penambah portofolio. Magang menjadi ruang untuk mengamati secara langsung bagaimana media lokal Jawa Timur bekerja di tengah tekanan tenggat, persaingan pembaca, serta disrupsi digital.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pengalaman mengikuti peliputan lapangan juga memperlihatkan pentingnya kemampuan berkomunikasi dengan birokrat, aparat, maupun masyarakat. Wartawan dituntut tidak berhenti pada keterangan narasumber, tetapi mampu menggali informasi melalui pertanyaan lanjutan dan melakukan konfirmasi data.

Example 300250
Baca Juga  Polresta Malang Kota Amankan Komplotan Begal Motor Mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *