Jateng

Tiga Rumah di Tegowanu Terbakar, Kerugian Capai Rp105 Juta

×

Tiga Rumah di Tegowanu Terbakar, Kerugian Capai Rp105 Juta

Sebarkan artikel ini
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id – Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Ngamblek, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Rabu malam, 17 Juni 2026.

Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan tiga rumah warga terdampak, dua di antaranya mengalami kerusakan berat hingga ludes terbakar.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB dan dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB. Rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran adalah milik Karnoto (44), Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu.

Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir menjelaskan, api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat kobaran api dari dalam kamar rumah korban saat sedang berada di depan rumahnya.

“Saksi yang melihat api langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun saat hendak masuk ke dalam rumah, pintu dalam keadaan terkunci karena pemilik rumah sedang berada di luar daerah untuk menjenguk orang sakit,” ujar Abdul Kadir, Kamis, 18 Juni 2026.

Karena sebagian besar konstruksi bangunan terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah yang berada di sebelah timur lokasi kejadian. Jarak antar bangunan yang sangat dekat membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Akibatnya, dua rumah milik Karnoto dan satu rumah milik Suhardi (49) yang sama-sama berbahan dasar kayu terbakar habis. Sementara rumah milik Abdul Wakop (47) mengalami kerusakan pada bagian dinding kayu akibat jilatan api.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Selang beberapa menit kemudian, petugas gabungan dari Polsek Tegowanu, Damkar Kabupaten Grobogan, Damkar Kabupaten Demak, serta warga setempat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pengamanan area sekitar.

Baca Juga  Kandang Sapi Milik Warga Bandungharjo Toroh Terbakar, Kerugian Capai Rp5 Juta

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Grobogan dan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Demak diterjunkan ke lokasi.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kepolisian bersama unit terkait melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Dari hasil pemeriksaan, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di salah satu kamar rumah milik Karnoto.

“Berdasarkan hasil olah TKP sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar rumah korban dan kemudian menjalar ke bangunan lain di sekitarnya,” terang Abdul.

Dalam proses penyelidikan, petugas turut mengamankan barang bukti berupa sisa kabel listrik sepanjang kurang lebih tujuh meter yang ditemukan dalam kondisi terbakar di lokasi kejadian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 105 juta.

Abdul mengapresiasi kesigapan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman sehingga api tidak meluas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, sinergi antara warga, petugas pemadam kebakaran, PLN, dan kepolisian sangat membantu dalam penanganan peristiwa tersebut.

Selain itu, Plt Kapolsek Tegowanu tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau.

Cuaca yang cenderung panas dan kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan apabila terjadi kebakaran.

Memasuki musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, baik yang disebabkan oleh korsleting listrik maupun faktor kelalaian lainnya.

“Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik, hindari penggunaan stop kontak secara berlebihan atau bertumpuk, serta segera ganti kabel yang sudah rusak atau terkelupas,” ujar Abdul.

Baca Juga  Evaluasi IPAL Tujuh Dapur di Blora, DLH: Enam Layak, SPPG Khusus Belum Penuhi Standar

Ia juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala saat rumah kosong dan memastikan kompor, lilin, maupun sumber api lainnya telah benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Apabila menemukan tanda-tanda gangguan pada instalasi listrik seperti percikan api, bau kabel terbakar, atau meteran listrik yang tidak normal, segera laporkan agar dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang berkompeten.

“Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun menimbulkan kerugian material,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *