Jateng

Pemprov Jateng Impor Didominasi Bahan Baku Industri, Capai 84,39 Persen

×

Pemprov Jateng Impor Didominasi Bahan Baku Industri, Capai 84,39 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Semarang, Jatim Mandiri – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa aktivitas impor di wilayahnya masih didominasi oleh bahan baku dan bahan penolong industri. Kondisi ini menunjukkan impor berperan penting dalam menjaga keberlangsungan sektor manufaktur yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Data Dinas Perdagangan Jawa Tengah mencatat sebanyak 84,39 persen komoditas impor merupakan bahan baku dan bahan penolong industri. Sementara itu, barang modal menyumbang 10,75 persen, sedangkan barang konsumsi hanya 4,86 persen dari total impor.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Jawa Tengah Suci Baskoro Wati mengatakan perhatian publik selama ini lebih banyak tertuju pada aktivitas ekspor. Padahal, keberhasilan ekspor juga sangat bergantung pada kelancaran pasokan bahan baku melalui kegiatan impor.

“Keberhasilan ekspor tidak dapat dipisahkan dari sistem impor yang sehat dan produktif,” ujarnya saat kegiatan Regular Update Session yang digelar KSO SCISI di Semarang, Kamis (30/7).

Menurut Suci, dominasi bahan baku dalam struktur impor menunjukkan sebagian besar barang yang masuk ke Jawa Tengah dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi, bukan untuk konsumsi langsung. Impor menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri karena menyediakan berbagai kebutuhan yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Komoditas impor terbesar meliputi mesin dan peralatan mekanis maupun elektrik beserta komponennya sebesar 26,07 persen, diikuti tekstil dan produk tekstil 14,57 persen, serta plastik dan karet 11,22 persen. Berbagai komoditas tersebut menjadi penopang industri tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, elektronik, hingga sektor manufaktur lainnya di Jawa Tengah.

Sementara itu, Pimpinan KSO SCISI Feruz Robby Nugraha mengatakan perubahan regulasi impor yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha untuk terus memperbarui pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Panen Padi M70, Wabup Blora Dorong Rutan Produksi Beras Organik Tembus Pasar Jakarta

Menurutnya, forum Regular Update Session rutin digelar sebagai sarana mempertemukan pemerintah, surveyor, dan pelaku usaha agar memperoleh informasi terbaru mengenai tata niaga impor, termasuk proses Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI) serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Dinamika regulasi impor berkembang sangat cepat. Pelaku usaha dituntut untuk semakin adaptif dan siap dalam memenuhi berbagai ketentuan,” katanya.

Melalui forum tersebut, KSO SCISI berharap pelaku usaha dapat menjalankan proses impor secara lebih efektif, efisien, dan sesuai regulasi sehingga mampu mendukung daya saing industri sekaligus memperkuat kinerja ekspor Jawa Tengah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *