SEMARANG, Jatim Mandiri – Perekonomian Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,71 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, ekspor, serta konsumsi masyarakat.
Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan aktivitas produksi dan perdagangan di berbagai sektor masih bergerak cukup baik sepanjang April hingga Juni 2026.
Menurutnya, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang meningkat hingga 15,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa, termasuk ekspor antardaerah, menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan mencapai 15,85 persen.
“Lapangan usaha industri pengolahan secara umum masih mendominasi struktur ekonomi Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 33,18 persen,” kata Ali di Semarang, Rabu (5/8).
Selain sektor industri, konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi penggerak utama perekonomian daerah. BPS mencatat komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga menyumbang 59,73 persen terhadap struktur ekonomi Jawa Tengah.
Ali menjelaskan jika dihitung secara kumulatif sepanjang semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,80 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut, pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkat 17,25 persen. Kondisi itu menunjukkan belanja pemerintah masih memberikan kontribusi cukup besar terhadap aktivitas ekonomi daerah.
BPS juga mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp531,004 triliun.
Besaran tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai penyumbang ekonomi terbesar keempat di Pulau Jawa dengan kontribusi 14,50 persen terhadap total perekonomian wilayah tersebut.
Meski demikian, BPS menilai tantangan tetap perlu diantisipasi, terutama menjaga stabilitas konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor produktif agar kinerja ekonomi tetap terjaga hingga akhir tahun.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat iklim investasi, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas pasar ekspor agar laju pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dapat dipertahankan secara berkelanjutan.












