Jatim

Terapkan Perda KTR, IAI Al-Fatimah Bojonegoro Bentuk Satgas Kampus Bebas Asap Rokok dan Vape

Penulis: SudarnantoEditor: Alif Bintang
×

Terapkan Perda KTR, IAI Al-Fatimah Bojonegoro Bentuk Satgas Kampus Bebas Asap Rokok dan Vape

Sebarkan artikel ini
Perda KTR
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • IAI Al-Fatimah Bojonegoro lantik Satgas Kampus Sehat Tanpa Asap Rokok dan Vape pada Senin (7/9/2026).
  • Ketua Forum Kabupaten Sehat drg. Sofan Solikin tegaskan dunia pendidikan masuk 9 tatanan strategis Kabupaten Sehat.
  • Langkah konkret kampus diapresiasi sebagai wujud implementasi langsung Perda KTR Bojonegoro ke ranah gerakan budaya hidup sehat.

Bojonegoro, Jatimmandiri.id — Komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, higienis, dan terlindungi dari polusi nikotin ditunjukkan oleh Institut Agama Islam (IAI) Al-Fatimah Bojonegoro. Perguruan tinggi keagamaan Islam ini bersiap menghelat Kuliah Dosen Praktisi sekaligus pelantikan Satgas Kampus Sehat Tanpa Asap Rokok dan Vape.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Lantai 2 Gedung Perkuliahan Baru IAI Al-Fatimah Bojonegoro. Mengusung tema besar “Dari Kesadaran Menuju Aksi: Membangun Budaya Hidup Sehat di Kampus Bebas Asap Rokok dan Vape”, forum ini membidik transformasi kebiasaan seluruh elemen civitas akademika menuju budaya hidup bersih.

Dua narasumber kompeten dihadirkan guna membedah aspek kebijakan dan kesehatan preventif, yakni Kepala BPJS Kesehatan Bojonegoro, Dr. Wahyu Giyanto, S.E., S.H., M.M., CPM., serta Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Bojonegoro, drg. Sofan Solikin.

Satuan Pendidikan Pilar Strategis 9 Tatanan Kabupaten Sehat

Menjelang pelaksanaan acara, drg. Sofan Solikin menegaskan bahwa pencapaian status Kabupaten/Kota Sehat bukan semata-mata tanggung jawab sektor pelayanan medis pemerintah. Kolaborasi lintas sektor menjadi prasyarat mutlak keberhasilan program.

“Butuh keterlibatan semua unsur. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan harus bergerak bersama,” tegas Sofan.

Ia menguraikan, kerangka pembangunan Kabupaten Sehat bertumpu pada sembilan tatanan utama, meliputi:

  • Kehidupan masyarakat sehat mandiri
  • Permukiman
  • Satuan pendidikan
  • Pasar
  • Perkantoran
  • Penanggulangan bencana, serta sektor-sektor terkait lainnya.
Baca Juga  Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Tewas di Rolak Songo

Dalam konstelasi tersebut, satuan pendidikan dipandang sebagai pilar peradaban pembentuk pola pikir masyarakat masa depan.

“Sekolah dan kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga ruang pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat generasi muda. Karena itu penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kampus menjadi langkah konkret,” jelasnya.

Respons Cepat Perda KTR Melalui Gerakan Kolektif

FKS Bojonegoro memberikan apresiasi khusus atas inisiatif IAI Al-Fatimah yang langsung membentuk unit satuan tugas khusus anti-asap rokok dan vape elektrik. Respons cepat ini dinilai sebagai bukti nyata ketaatan institusi pendidikan tinggi terhadap Peraturan Daerah (Perda) KTR Kabupaten Bojonegoro.

“Kami mengapresiasi kampus yang cepat merespons Perda KTR Kabupaten Bojonegoro. Ini menunjukkan regulasi tidak berhenti di atas kertas, tapi diterjemahkan menjadi gerakan dan budaya hidup sehat,” puji Sofan.

Meski demikian, Sofan mengingatkan bahwa efektivitas regulasi KTR tidak akan tercapai bila hanya mengandalkan papan imbauan statis. Kampus membutuhkan keterlibatan kolektif dari mahasiswa, dosen, staf kependidikan, hingga tamu luar agar wilayah kampus steril dari paparan zat adiktif.

Satgas Sebagai Motor Edukasi dan Pelopor di Bojonegoro

Pelantikan Satgas Kampus Sehat IAI Al-Fatimah dirancang bukan sekadar untuk fungsi pengawasan represif di lingkungan kampus. Tim ini disiapkan menjadi dinamisator lapangan yang mengedepankan edukasi berkelanjutan dan pendekatan persuasif.

“Kami berharap langkah ini tumbuh dari kesadaran, bukan karena takut aturan. Dan bisa menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Bojonegoro,” pungkas Sofan.

Melalui agenda strategis ini, IAI Al-Fatimah mempertegas dedikasinya memadukan keunggulan kompetensi akademis dengan ekosistem hidup sehat, sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam mencetak masyarakat Bojonegoro yang berkualitas dan produktif.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *