Opini Redaksi

Tobat

×

Tobat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Ferry Is Mirza (FIM) Sekertaris Dewan Kehormatan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Referensi tafsir Alquran dan manarul ilmi

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bertobat karena kesalahan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada 3 macam :

Berhenti dari Perbuatan yang dikerjakan. Menyesali Perbuatannya.
Berazam, Bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Berobat karena kesalahan kepada sesama manusia ada 4 Syarat, dari 3 syarat diatas, dan ditambah 1 lagi : Memenuhi hak-hak yang telah dilakukannya. Misalnya :
Kesalahan berkaitan dengan harta maka kembalikan dulu, bayar dulu baru bertaubat.

Bertobat kepada sesama manusia lebih berat daripada kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Diantara dalil yang menjelaskan peristiwa tersebut diantaranya :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera- putera suami mereka atau saudara- saudara laki-laki mereka, atau putera- putera saudara lelaki mereka, atau putera- putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak- anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang- orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
(QS. An Nur : 31)

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni murninya) Mudah- mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai- sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.”
(QS. At Tahrim : 8)

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Taruna Akpol melalui Santunan 80 Anak Yatim

Hadist Nabi :
Bahwasannya Allah senang dengan Hamba yang bertaubat. Bahkan gembiranya Allah melebihi Seorang hamba sedang berjalan mengendarai untanya. Tiba-tiba untanya lepas dan hamba ini putus asa, kemudian dia duduk dibawah pohon, tiba-tiba untahnya kembali, maka hamba ini senang sekali sampai kembali berterima kasih kepada Allah Wa Ta’ala.

Kapan Batas kita Bertobat ?

Bahwasannya Allah Wa Ta’ala akan menerima tobat seorang hamba sebelum Matahari Terbit dari Barat.(maksudnya sebelum kiamat)

Hadist Nabi.
Sesungguhnya Allah Wa Ta’alw menerima tobat seorang hamba sebelum nyawanya sampai tenggorokan.

Cerita tentang tobat diambil dari Hadist Bukhori Muslim.

Terjadi sebelum Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, ada seorang hamba ingin bertaubat setelah membunuh 99 orang dan mendatangi seorang pendeta. Dia bertanya, “apakah taubat saya diterima?” jawab pendeta, “tidak karena kamu sudah banyak dosa”. Akhirnya pendeta itu dibunuh, dan dia mencari orang lagi untuk pertanyaan yang sama. dalam kisahnya si fulan akhirnya bertemu dengan salah seorang hamba yang sholeh, dengan pertanyaan yang sama, bertanyalah tentang sepenggal kisah perjalanan hidupnya yang lekat akan maksiat.

Satu jawaban yang muncul dari seorang alim sebagaimana harapan dari sang fulan yaitu pengampunan dosa dari Allah Wa Ta’ala yang akhirnya menjadi perantara hadirnya ruang rindu akan pengampunan dosa dari sang Tuhan terhadap si fulan.

Satu syarat yang diberikan oleh sang alim untuk sang fulan yaitu anjuran untuk bertemu dan berintaraksi dengan para alim dengan harapan akan merubah sikap dan perbuatanya untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk sesama, dikisahkan dari akhir cerita tersebut dalam proses perjalanan si fulan menuju suatu wilayah yang penghuninya adalah orang -orang alim, qodarullah Allah telah mengambil nyawanya.

Baca Juga  Catatan Bola: Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Awas Tim Kuda Hitam Bisa Mengancam!

Apa yang terjadi? dari peristiwa tersebut membuat malaikat bertengkar untuk menentukan apakah nasib fulan apakah tetap menjadi orang yang ingkar neraka kelak sebagai balasanya, atau surga sebagai predikat alim atas niat kebaikan yang akan di tunaikan. Ditengah perdebatan diantara keduanya, akhirnya kedua malaikat tersebut sepakat untuk mengukur jarak sepanjang si fulan telah melakukan maksiat dengan tempat tujuan yaitu berkumpulnya dengan orang-orang alim. Melihat jarak yang telah ditempuh telah jauh meninggalkan tempat maksiat dan lebih dekat dengan tempat tujuan bersama orang -orang alim, maka diputuskan diterimalah taubatnya dan masuk surga.

Sepenggal hikmah dari peristiwa tersebut :
Jangan pernah putus asa dari ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bergabunglah, berkumpullah dengan orang- orang sholeh. Yakinlah, Allah Wa Ta’ala pasti menerima Taubat kita.

In syaa Allah bermanfaat, ismirzaf@gmail.com fimdalimunthe55@gmail.com

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini Redaksi

Inggris bisa saja jadi juara Piala Dunia 2026 jika bisa mengalahkan Argentina di semifinal. Sayangnya, Inggris seolah ketakutan setelah unggul…