Kota Besar

Stok Pangan Surabaya Aman Saat Libur Panjang Iduladha 2026, Warga Diimbau Tak Panic Buying

×

Stok Pangan Surabaya Aman Saat Libur Panjang Iduladha 2026, Warga Diimbau Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, menyampaikan kondisi pangan di Surabaya saat ini relatif stabil.
Example 468x60

Surabaya,Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan bahan pangan selama rangkaian libur panjang Iduladha 1447 Hijriah/2026, cuti bersama, akhir pekan, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pemkot Surabaya menegaskan stok pangan di Kota Pahlawan masih terkendali dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kecukupan Pangan (IKP) Kota Surabaya pada Mei 2026 yang meningkat menjadi 3,55 dibandingkan April 2026. Angka tersebut menunjukkan pasokan pangan di Surabaya berada dalam kategori aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain stok yang memadai, sejumlah harga komoditas pangan juga terpantau mengalami penurunan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik Kota Surabaya pada minggu pertama hingga ketiga Mei 2026, beberapa komoditas diperkirakan menjadi penyumbang deflasi.

Komoditas tersebut antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, tomat, semangka, jeruk, anggur, kangkung, hingga ikan mujair.

Sementara itu, cabai rawit menjadi komoditas dengan penurunan harga paling signifikan dibandingkan April 2026. Penurunan harga tersebut turut membantu menjaga stabilitas pangan menjelang Hari Raya Iduladha.

Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, menyampaikan kondisi pangan di Surabaya saat ini relatif stabil.

“Indeks kecukupan pangan Surabaya saat ini mencapai 3,55. Artinya, stok pangan lebih dari cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Iduladha,” ujar Khusnul Amin, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini belum ditemukan fenomena panic buying di tengah masyarakat. Berdasarkan pemantauan di lapangan, warga masih berbelanja sesuai kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar lebih banyak dilakukan oleh pedagang maupun pelaku usaha untuk kebutuhan distribusi dan penjualan kembali.

Baca Juga  Cara Menanam Cabai agar Berbuah Lebat, Mudah Dipraktikkan di Pekarangan Rumah

“Kalau masyarakat umum sejauh ini masih membeli secukupnya. Belum ada fenomena memborong bahan pokok secara berlebihan,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terlihat saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah Surabaya. Masyarakat dinilai tetap berbelanja secara normal tanpa melakukan penimbunan bahan pokok.

Pembatasan pembelian, lanjutnya, hanya pernah diterapkan pada minyak goreng subsidi agar distribusi tetap merata dan tidak diborong.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian bahan pangan secara berlebihan. Selain stok pangan masih aman, pembelian dalam jumlah besar berisiko menimbulkan pemborosan hingga sampah makanan akibat bahan pangan rusak atau tidak terpakai.

“Masyarakat diimbau membeli kebutuhan pangan secukupnya sesuai kebutuhan rumah tangga. Pembelian berlebihan justru berpotensi menimbulkan sampah makanan karena bahan pangan rusak sebelum dikonsumsi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan pengawasan distribusi pangan di tengah dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah dan penguatan dolar Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas impor.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga selama momentum Iduladha.

“Masyarakat tidak perlu panik. Stok pangan aman dan pemerintah terus melakukan pemantauan agar kebutuhan pokok tetap terkendali,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *