Kota Besar

Soekarno Cup 2026 Jatim Resmi Dibuka di Surabaya, 16 Tim Berebut Gelar Sajikan Perjuangan Anak Buruh hingga Petani

×

Soekarno Cup 2026 Jatim Resmi Dibuka di Surabaya, 16 Tim Berebut Gelar Sajikan Perjuangan Anak Buruh hingga Petani

Sebarkan artikel ini
Soekarno Cup 2026 Jatim
Wakil Ketua Panitia Soekarno Cup 2026 Jawa Timur, Eri Irawan, saat diwawancarai sebelum pembukaan di Gelora 10 Nopember Surabaya (JM)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026 Jawa Timur resmi dibuka di Gelora 10 November, Surabaya, pada Senin (10/8/2026).

  • Sebanyak 16 tim dari berbagai daerah di Indonesia akan berlaga dalam 32 pertandingan yang berlangsung hingga 24 Agustus 2026.

  • Pembukaan diwarnai defile peserta hingga atraksi seni, sekaligus menjadi panggung perjuangan atlet muda dari latar belakang anak petani hingga buruh sawit.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Gelora 10 November, Surabaya, menjadi saksi dibukanya ajang turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026 Jawa Timur pada Senin (10/8/2026). Kompetisi yang diikuti oleh 16 tim dari berbagai penjuru Nusantara ini dirancang bukan sekadar ajang olahraga, melainkan wadah pencarian talenta muda yang membawa kisah perjuangan hidup dari daerah asal mereka.

Prosesi pembukaan berlangsung semarak dengan menyajikan defile dari 16 tim peserta, atraksi drum band, pertunjukan seni tradisi, hingga seremonial penendangan bola secara simbolis. Laga pembuka langsung menyajikan duel sengit antara tim Jawa Timur melawan Jawa Barat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Wakil Ketua Panitia Soekarno Cup 2026 Jawa Timur, Eri Irawan, menegaskan bahwa turnamen ini dirancang untuk melibatkan generasi muda secara aktif, baik di dalam maupun luar lapangan.

“Hari ini dilakukan opening ceremony untuk Soekarno Cup. Ada defile dari 16 tim, kemudian atraksi drum band, seni tradisi, dan secara simbolis ada penendangan bola. Hari ini juga akan dimulai pertandingan antara Jawa Timur melawan Jawa Barat,” ujar Eri di lokasi acara, Senin (10/8/2026)

Eri, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, menambahkan bahwa pelibatan pemuda menjadi fokus utama rangkaian kegiatan tersebut.

“Dari seni tradisi, kemudian drum band, kemudian anak-anak muda semuanya kita libatkan di dalam penyelenggaraan ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Tetapkan Tiga Direksi Baru PDAM Surya Sembada, Siap Tingkatkan Pelayanan Air Minum

Dihadiri Jajaran Tokoh Nasional dan Forkopimda Jatim

Pembukaan turnamen tingkat regional ini mendapat perhatian khusus dari jajaran pimpinan pusat dan daerah. Acara dihadiri oleh panitia nasional, pengurus PDI Perjuangan, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Beberapa figur nasional yang tampak hadir di antaranya Komarudin Watubun, Rony Talapessy, Yuke Yurike, dan Dedi Sitorus, bersama perwakilan DPP PDI Perjuangan serta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Ini akan dihadiri oleh panitia nasional, ada Pak Komarudin Watubun, Pak Rony Talapessy, Ibu Yuke Yurike, Pak Dedi Sitorus dan masih banyak lagi semua panitia nasional,” jelas Eri.

“Dari DPP PDI Perjuangan, dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, kemudian tentu dari undangan Forkopimda Jawa Timur juga semuanya kita undang,” imbuhnya.

Wadah Atlet Muda: Kisah Buruh Sawit Jambi hingga Anak Nelayan

Rangkaian Soekarno Cup 2026 Jawa Timur dijadwalkan bergulir hingga 24 Agustus 2026 dengan menyajikan total 32 pertandingan. Latar belakang para pemain yang berlaga di turnamen ini terbilang sangat beragam, mencerminkan ketangguhan anak-anak muda dari berbagai lapisan masyarakat.

Eri membeberkan bahwa sebagian besar pemain berasal dari keluarga petani, nelayan, dan buruh. Bahkan, terdapat kisah inspiratif dari peserta yang harus bekerja keras di luar lapangan demi menyambung hidup dan menggapai mimpinya di dunia sepak bola.

“Kita berharap Soekarno Cup ini nanti 32 pertandingan sampai 24 Agustus berjalan lancar dan bisa melahirkan talenta-talenta muda baru karena ini datang dari seluruh pelosok tanah air,” tutur Eri.

“Ada yang anaknya petani, anaknya nelayan, anaknya buruh. Bahkan ada yang bermain sambil berlatih, kemudian juga sambil bekerja sebagai buruh angkut sawit di Jambi,” bebernya.

Baca Juga  Mahasiswi Unesa Ber-IPK Sempurna Terancam Protol Kuliah: Ketika Kebijakan Desil Menutup Asa Anak Miskin

Perjuangan gigih para atlet muda ini diharapkan dapat memberi dampak positif dan membakar semangat pemuda lainnya di Indonesia untuk terus bekerja keras mengejar cita-cita.

“Ini semuanya kita harap menginspirasi anak-anak muda yang lain untuk berani berlatih, berani bekerja keras dan berani meraih impian,” pungkas Eri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *