Edu-Life & Sport

SMANOR Jatim Bangun Asrama Atlet Bebas Perundungan

Penulis: Dicky DeaEditor: Ayn
×

SMANOR Jatim Bangun Asrama Atlet Bebas Perundungan

Sebarkan artikel ini
Pasca Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN), SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur di Sidoarjo bergerak melatih mental dan karakter para siswanya.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Prestasi olahraga tidak cukup dibangun melalui latihan fisik dan kemampuan bertanding. Pembentukan karakter, kesehatan mental, serta lingkungan pendidikan yang aman juga menjadi perhatian SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur di Sidoarjo. Setelah rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) rampung, sekolah tersebut semakin mengintensifkan gerakan Stop Bullying dan penguatan Sekolah Ramah Anak.

Langkah ini menyasar kehidupan sehari-hari para atlet pelajar, terutama di lingkungan sekolah dan asrama. SMANOR ingin memastikan tidak ada praktik perundungan yang berlindung di balik tradisi senioritas, baik berupa kekerasan fisik, verbal maupun melalui media digital.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan atlet muda untuk berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional, SMANOR menempatkan sportivitas sebagai nilai yang harus diterapkan di luar arena pertandingan. Pengawasan terhadap aktivitas siswa pun diperkuat melalui sistem pemantauan terpadu di setiap blok asrama.

Kepala SMANOR Sidoarjo, Labib, M Pd., M M, menegaskan bahwa keberhasilan membina atlet tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga kualitas karakter dan perilaku mereka.

“Di SMANOR, kami tidak hanya mencetak calon-calon juara yang tangguh secara fisik, tetapi juga generasi muda yang memiliki akhlak terpuji dan mental yang sehat. Gerakan anti-perundungan ini merupakan harga mati. Kami menerapkan pengawasan ketat terpadu di setiap blok asrama untuk memastikan tidak ada senioritas yang melampaui batas dan lingkungan belajar anak-anak kami tetap ramah serta aman dari tekanan mental,” tegas Labib, Selasa (3/11).

Penguatan pengawasan tersebut dilengkapi edukasi dan mekanisme pengaduan. Wakasek Humas SMANOR Sidoarjo, Ernita Ely Hastuti, S Pd., menjelaskan bahwa kampanye anti-perundungan dilakukan melalui sosialisasi langsung, pembinaan guru pamong asrama, serta publikasi konten edukatif di media sosial resmi sekolah.

Baca Juga  Persebaya Tutup Musim dengan Pesta Gol, Persik Kediri Dibantai 5-0 di GBT

“Kampanye Stop Bullying ini kami galakkan secara menyeluruh. Kami membuka loket pengaduan yang aman dan rahasia bagi siapa saja yang melihat atau merasakan indikasi perundungan. Sinergi antara pelatih cabor, guru, dan pembina asrama menjadi kunci utama kami untuk mendeteksi dini potensi konflik antar-atlet pelajar sejak awal,” ujar Ernita.

Kanal pengaduan tersebut diharapkan memberi ruang aman bagi siswa untuk melaporkan tindakan yang mengarah pada perundungan tanpa khawatir mendapat tekanan. Koordinasi antara pelatih cabang olahraga, guru, dan pembina asrama juga diperkuat sebagai upaya mendeteksi konflik sejak dini.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *