InfrastrukturJatim

Perbaikan Jalan 2,2 Kilometer Nganjuk-Kediri Picu Kemacetan & Debu, Ditarget Rampung Akhir Tahun

Penulis: Iskandar ZulkarnaenEditor: Alif Bintang
×

Perbaikan Jalan 2,2 Kilometer Nganjuk-Kediri Picu Kemacetan & Debu, Ditarget Rampung Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Petugas Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Tengah melakukan pengaspalan jalan di lokasi.
Example 468x60

Nganjuk, Jatimmandiri.id — Proyek perbaikan ruas jalan strategis yang menghubungkan wilayah Loceret, Nganjuk, hingga Kediri resmi dimulai pekan ini.

Kendati disambut baik masyarakat sebagai solusi infrastruktur jangka panjang, pekerjaan fisik sepanjang 2,2 kilometer ini berdampak langsung pada aktivitas harian warga, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga polusi debu di sekitar pemukiman.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik pengerjaan yang membentang dari Desa Loceret, Candirejo, Teken, Jatirejo, hingga Patihan ini memicu antrean kendaraan yang mengular hingga kawasan Perempatan Loceret.

Guna mengurai kepadatan, petugas di lapangan menerapkan sistem buka-tutup secara bergantian bagi para pengendara yang melintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Ony Supriyono, memastikan bahwa seluruh rangkaian proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada penghujung tahun.

“Perbaikan berlangsung mulai pekan ini hingga Desember mendatang,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (3/11/2026).

Aktivitas alat berat dan mobilitas material proyek tak hanya memperlambat laju kendaraan, tetapi juga memicu gesekan debu yang mengarah langsung ke kawasan hunian warga.

Slamet, salah seorang warga Desa Candi, Kecamatan Loceret, mengungkapkan bahwa intensitas debu cukup mengganggu kenyamanan rumah-rumah di pinggir jalan raya.

“Setiap pagi sampai sore jalur ini ramai sekali, kadang antreannya cukup panjang. Debunya juga tebal, apalagi kalau kendaraan lewat, sampai masuk ke rumah,” ujar Slamet.

Meski demikian, Slamet dan warga setempat tetap berlapang dada demi perbaikan fasilitas umum yang sudah lama dinantikan.

“Memang jalur ini sudah lama butuh perbaikan, jadi kami sabar saja, semoga hasilnya bagus dan awet,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Siti, seorang pengendara asal Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace, yang rutin melintasi jalur tersebut setiap hari.

Baca Juga  Bea Cukai Sita Emas Rp61,9 M

Ia terpaksa menyesuaikan waktu keberangkatannya agar tidak terlambat sampai di tempat tujuan.

“Setiap hari saya bolak-balik Pace ke Nganjuk. Sekarang harus berangkat lebih awal karena takut terjebak macet di titik perbaikan. Harapannya pekerjaan benar-benar selesai sesuai target Desember ini, jangan sampai molor,” ungkap Siti.

Masyarakat di sepanjang jalur terdampak berharap pihak pelaksana proyek dapat meningkatkan mitigasi dampak lingkungan, khususnya penyiraman rutin guna menekan volume debu.

Juga mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas agar mobilitas publik tetap berjalan lancar hingga proyek tuntas sepenuhnya pada Desember mendatang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *