Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI pusat, Prof Ahmad Riyadh UB PhD, memberikan pandangan strategisnya mengenai masa depan pengelolaan olahraga nasional di tengah masifnya arus digitalisasi.
Sebagai tokoh yang mengakar di dunia sepak bola dan pakar hukum, ia menekankan pentingnya organisasi olahraga untuk terus beradaptasi dengan teknologi modern tanpa melupakan aspek legalitas serta integritas data.
Menurut Riyadh, adopsi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi instrumen penting dalam menyusun manajemen kompetisi, mengolah data statistik atlet, hingga merumuskan transparansi administrasi di dalam tubuh federasi olahraga.
Kendati demikian, ia mengingatkan para pelaku olahraga dan pengurus organisasi agar tidak menyerahkan kendali sepenuhnya kepada sistem digital semata.
“AI bisa membantu membuat berita, tulisan, video, dan berbagai macam konten. Tetapi tetap ingat, AI hanya membantu. Kebenaran datanya tetap menjadi tanggung jawab manusia yang menggunakan AI,” ujar Riyadh, Jumat (28/8/2026).
Riyadh menegaskan bahwa dalam ekosistem sepak bola yang profesional, setiap keputusan substantif, mulai dari proses verifikasi administrasi pemain, keabsahan transfer, penegakan regulasi kompetisi, hingga laporan hasil evaluasi pertandingan.
Hal tersebut memerlukan ketelitian dan prinsip keadilan yang hanya bisa divalidasi oleh kapasitas manusia.
“Teknologi berfungsi mempercepat proses kerja, tetapi manusia memegang tanggung jawab penuh atas integritas hasilnya,” tandasnya.
Melalui komitmen adaptasi digital yang terukur ini, Riyadh berharap tata kelola sepak bola Indonesia dari tingkat pusat hingga daerah dapat berjalan lebih modern, transparan, dan akuntabel, sekaligus memiliki fondasi kepastian hukum yang kokoh dalam setiap kebijakannya.












