Surabaya, Jatimmandiri.id – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tonggak awal perjalanan akademik sekaligus langkah pertama bagi ribuan mahasiswa baru untuk merajut cita-cita.
Di antara barisan mahasiswa baru tersebut, terselip kisah inspiratif dari Martha Bunga Yellana Putri Harving, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Untag Surabaya.
Gadis asal Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akrab disapa Yellan ini membulatkan tekad menempuh studi di Pulau Jawa demi mewujudkan cita-cita mulia. Yakni, kembali ke tanah kelahirannya sebagai seorang dokter.
Pilihan Yellan untuk melanjutkan pendidikan di Untag Surabaya memaksanya harus berani menembus batas zona nyaman dan merelakan jarak yang membentang jauh antara Surabaya dan Maumere.
Namun, ketimpangan serta terbatasnya akses layanan kesehatan yang ia saksikan langsung sejak kecil di tanah kelahirannya justru menjadi pemantik semangat utama.
Aktif dalam organisasi forum anak muda dan kegiatan kerelawanan membuat hatinya makin tergerak saat mendengarkan langsung jeritan masyarakat yang kesulitan mendapat pelayanan medis.
“Saya tergabung dalam organisasi forum anak muda, sehingga saya sering mendengar langsung keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan akses kesehatan. Ada rasa sedih ketika melihat mereka harus berjuang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Di daerah saya, satu dokter bahkan bisa melayani dua hingga tiga puskesmas, sementara pendapatannya belum layak,” ujar Yellan, Kamis (27/8/2026).
Tak hanya itu, pengalamannya mendengar tragedi kemanusiaan di lingkungan sekitarnya kian memperkokoh niat Yellan untuk mengabdi.
“Yang paling membuat saya terpukul, saya pernah mendengar cerita tentang seorang ibu yang tidak selamat saat melahirkan karena tidak adanya dokter anestesi. Dari sana saya berpikir, suatu saat saya ingin menjadi orang yang bisa membantu mereka,” ungkapnya.
Perjuangan meninggalkan kampung halaman dipandang Yellan sebagai bagian dari pengorbanan yang harus ditempuh demi kemajuan daerah asalnya.
“Kota Surabaya sangat jauh dari daerah saya. Namun, saya menyadari bahwa saya tidak bisa terus berada di zona nyaman. Saya harus berani keluar daerah untuk belajar dan berkorban demi daerah saya. Semua ini saya jalani karena saya punya tujuan untuk kembali dan memberikan sesuatu bagi masyarakat di NTT,” tegasnya.
Visi besar pun telah ia rancang untuk diwujudkan pascalulus kelak. Yellan berkomitmen tidak hanya berfokus pada tindakan medis kuratif, tetapi juga pada edukasi kesehatan masyarakat secara luas.
“Saya ingin menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di desa-desa yang masih memiliki keterbatasan tenaga kesehatan. Saya juga ingin berkontribusi dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat, karena pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat sama pentingnya dengan pengobatan,” jelasnya.
Tekad Yellan sejalan dengan misi kampus. Pada PKKMB tahun ini, FK Untag Surabaya tercatat menerima 7 mahasiswa baru yang berasal dari NTT.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen FK Untag Surabaya dalam mencetak calon-calon dokter yang siap mengabdi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air.












