BeritaJatim

Semeru Erupsi 1,3 Km

Editor: ibn
×

Semeru Erupsi 1,3 Km

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Malang, Jatim Mandiri

Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom abu mencapai 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru, sementara warga diminta mematuhi zona aman dan mewaspadai awan panas serta lahar, Minggu (27/9).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Erupsi terjadi pukul 05.55 WIB dengan kolom abu putih hingga kelabu berintensitas sedang yang condong ke arah timur laut. Aktivitas tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.55 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto sebagaimana dikutip Antara.

Menurut laporan pengamatan, erupsi berlangsung sekitar dua menit 20 detik saat laporan dibuat. Sepanjang Minggu dini hari hingga pagi, Semeru tercatat empat kali erupsi. Ketinggian letusan dalam rangkaian aktivitas tersebut berkisar 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru.

Gunung Semeru saat ini berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. “Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan,” kata Liswanto.

Pembatasan tersebut diberlakukan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru. Kewaspadaan terutama diperlukan di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta sejumlah anak sungai Besuk Kobokan yang berpotensi dilalui lahar. (ant/ibn)

Example 300250
Baca Juga  Semeru Erupsi 25 Kali, Puan Dorong Mitigasi Terpadu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *