Jatim

Sekolah Rakyat Beri Kesempatan Puluhan Ribu Anak Miskin

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Sekolah Rakyat Beri Kesempatan Puluhan Ribu Anak Miskin

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat membuka acara "Puncak Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026" di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin, tetapi juga diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga. Hingga kini, sebanyak 44.200 anak dari keluarga miskin dan terlantar telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, dengan pendampingan yang turut menyasar peningkatan kemampuan ekonomi orang tua.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, perubahan perilaku dan motivasi anak menjadi salah satu perkembangan yang terlihat setelah mereka mengikuti program tersebut.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Saya sendiri sangat kaget, dibanding enam bulan yang lalu, sekarang anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi, sudah tidak traumatik dalam hidupnya,” ujar Muhaimin dalam acara Puncak Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 di Jakarta, Selasa(27/10).

Menurut dia, sejumlah anak sebelumnya menghadapi persoalan sosial dan pengalaman hidup yang berat. Kehadiran Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar, mengembangkan potensi, serta membangun harapan baru bagi masa depan.

Meski demikian, Muhaimin menilai anak dengan latar belakang sosial yang kompleks tetap membutuhkan pendekatan khusus. Pendampingan harus berkelanjutan agar perkembangan positif selama mengikuti pendidikan dapat menjadi bekal ketika mereka menjalani kehidupan di luar sekolah.

Pemerintah juga mengembangkan pendekatan yang melibatkan orang tua siswa. Melalui program LAKSMI atau Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi, orang tua dibekali pendidikan dan keterampilan baru untuk meningkatkan produktivitas serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.

“Anaknya belajar, orang tuanya memiliki kemampuan baru, dan insya Allah tahun ini kita akan berhasil, anaknya bersekolah dengan masa depan yang cerah dan orang tuanya mandiri menjadi orang yang produktif,” kata Muhaimin.

Baca Juga  Bencana NTT, Untag Surabaya Siapkan Relaksasi Hingga Beasiswa

Pendekatan tersebut menghubungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi. Keluarga tetap memperoleh bantuan sesuai kebutuhan, sekaligus didorong mengembangkan keterampilan, peluang usaha, dan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Muhaimin menyebut, saat ini sebanyak 28,8 juta keluarga miskin masih memperoleh bantuan dan perlindungan sosial melalui Kementerian Sosial bersama kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, bantuan sosial perlu berjalan beriringan dengan program pemberdayaan agar keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan secara bertahap dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan.

Melalui sinergi pendidikan anak dan penguatan ekonomi orang tua, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas kesempatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *