Imbas Erupsi Anak Krakatau
Sidoarjo, Jatim Mandiri
Erupsi Anak Krakatau berdampak pada 42 penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, hingga Minggu siang (6/9). Data pembaruan operasional hingga pukul 13.45 WIB mencatat 42 penerbangan di Juanda dibatalkan.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menjelaskan, gangguan bukan disebabkan penutupan operasional Juanda. Penyesuaian terjadi setelah sejumlah bandara di sekitar wilayah terdampak abu vulkanik menghentikan sementara operasionalnya.
Bandara tersebut antara lain Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Radin Inten II di Lampung. Kondisi itu memengaruhi konektivitas serta rotasi pesawat dari dan menuju Juanda.
“Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara,” kata Tohir.
Data pembaruan operasional hingga pukul 13.45 WIB mencatat 42 penerbangan di Juanda dibatalkan. Dari jumlah tersebut, 19 merupakan penerbangan kedatangan dan 23 lainnya penerbangan keberangkatan. Mayoritas melayani rute Surabaya–Jakarta dan sebaliknya, baik melalui Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma.
Sejumlah penerbangan menuju Makassar juga terdampak. Maskapai yang mengalami penyesuaian antara lain Lion Air, Batik Air, Citilink, Pelita Air, dan Garuda Indonesia.
Manajemen Juanda terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan untuk memperbarui jadwal serta memberikan pelayanan kepada penumpang. “Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pelayanan pemulihan, pengelola bandara menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak. Petugas keamanan, pemeriksa terminal, dan layanan pelanggan juga disiagakan di area terminal.
Tohir menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia mengimbau calon penumpang memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai atau Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat episode erupsi menerus Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Erupsi susulan bertipe Strombolian terjadi pukul 03.53 WIB selama sekitar 30 detik.
Aktivitas Anak Krakatau tetap berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pengunjung diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung. (*/dea/ibn)












