Edu-Life & Sport

Saham Alfamart Dinilai Murah, Investor Perlu Waspadai Risiko

×

Saham Alfamart Dinilai Murah, Investor Perlu Waspadai Risiko

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dinilai masih solid meski pertumbuhan penjualan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) melambat pada kuartal II-2026.

Analis Mirae Asset Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (profit after tax and minority interest/PATMI) AMRT pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp2 triliun atau tumbuh 7,5 persen secara tahunan. Capaian tersebut setara 52 persen dari estimasi konsensus untuk 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Pertumbuhan pendapatan melambat menjadi 5,4% secara year on year (yoy) pada kuartal II 2026, dengan SSSG turun menjadi 2,7% dari 6,2% pada kuartal I 2026, terutama mencerminkan pergeseran waktu Ramadan,” ujar Putu dalam riset 11 Agustus 2026.

Meski penjualan melambat, permintaan konsumen masih relatif kuat. AMRT mampu mempertahankan penjualan meski menaikkan harga sekitar 4-5 persen pada sejumlah produk untuk mengimbangi kenaikan biaya input.

Profitabilitas juga tetap terjaga. Margin laba kotor (gross profit margin/GPM) meningkat menjadi 22,9 persen pada kuartal II-2026, naik 0,9 poin persentase secara tahunan dan 1,1 poin persentase dari kuartal sebelumnya.

“Hal ini cukup menonjol mengingat kuartal setelah Lebaran biasanya merupakan periode yang lebih lemah,” jelas Putu.

Pangsa pasar AMRT turut meningkat menjadi 14,2 persen hingga Juni 2026 dari 13,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan strategi promosi yang lebih disiplin belum mengorbankan daya saing perseroan.

Peluang efisiensi juga masih terbuka dari enam pusat distribusi (distribution center/DC) yang dibuka sepanjang 2024-2025. Empat DC telah mencapai utilisasi sekitar 60 persen, sedangkan dua lainnya diperkirakan memasuki tahap matang dalam satu hingga dua kuartal mendatang.

Baca Juga  Hari Koperasi 2026, Pemkab Lamongan Perkuat Daya Saing dan Percepat KDKMP

Di kanal digital, penjualan online AMRT mencapai 8,4 persen dari total pendapatan semester I-2026, tumbuh 11 persen secara tahunan. Angka itu masih di bawah target 10 persen untuk tahun penuh.

Basis pelanggan Alfagift juga terus membesar. Hingga semester I-2026, jumlah anggota mencapai 26,4 juta, dengan 17,5 juta di antaranya merupakan anggota aktif atau tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan.

Sementara itu, bisnis Lawson menunjukkan perbaikan dengan kerugian yang terus menyusut. Hingga Juni 2026, jumlah gerai Lawson mencapai 346 toko. Perbaikan ditopang rasionalisasi gerai dan pengelolaan bauran produk yang lebih ketat.

Mirae Asset Sekuritas masih berpandangan positif terhadap AMRT. Namun, Putu belum menetapkan target harga maupun memberikan rating terhadap saham tersebut.

Pada Selasa (11/8/2026), saham AMRT naik 0,72 persen menjadi Rp1.395 per saham. Dalam lima hari terakhir, saham tersebut telah menguat 4,49 persen.

“Meski memiliki kinerja semester I 2026 yang sehat, saham AMRT diperdagangkan pada 13,9 kali estimasi P/E 2026,” kata Putu.

Valuasi tersebut sekitar dua standar deviasi di bawah rata-rata lima tahunnya. Meski demikian, sentimen saham masih dibayangi reklasifikasi MSCI dari kategori Standard menjadi Small Cap serta potensi kendala keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terhadap ekspansi gerai.

Risiko lain yang perlu dicermati investor mencakup perlambatan SSSG, pelaksanaan ekspansi gerai, serta perubahan preferensi konsumen di tengah persaingan berbagai format ritel kebutuhan sehari-hari.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu-Life & Sport

Mojokerto, Jatimmandiri.id –  Pimpinan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya meninjau pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Bejijong, Kecamatan…