Yogyakarta, Jatim Mandiri – Manajemen PSS Sleman membenarkan informasi kecelakaan yang dialami rombongan suporter dalam perjalanan menuju Surabaya. Rombongan tersebut berangkat untuk mendukung PSS Sleman bertanding di kandang lawan. Insiden terjadi di ruas Tol Madiun KM 616, sekitar pukul 08.15 WIB, berdasarkan informasi yang diterima manajemen klub.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menyampaikan duka cita atas kecelakaan tersebut. Ia menyatakan perhatian klub tertuju pada para suporter yang mengalami insiden saat dalam perjalanan. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman yang tengah melakukan perjalanan menuju Surabaya,” kata Vita dalam keterangan tertulis di Sleman, Minggu.
Vita juga mengimbau Sleman Fans agar memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Ia meminta para suporter berhati-hati, saling menjaga, serta saling mengingatkan. Imbauan itu disampaikan untuk perjalanan menuju Surabaya maupun saat kembali ke Sleman. Rombongan tengah melakukan perjalanan bersama untuk memberi dukungan kepada tim kebanggaan mereka di kandang lawan.
“Kita berangkat bersama untuk mendukung tim kebanggaan; semoga kita semua dapat kembali ke Sleman dengan selamat dan senantiasa berada dalam perlindungan,” ujar Vita. Ia turut menyampaikan doa bagi keluarga dan sahabat para korban yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
Vita juga berharap korban yang sedang menjalani perawatan intensif segera memperoleh kesembuhan dan pemulihan. Namun, hingga informasi disampaikan, PSS Sleman belum mengetahui secara terperinci jumlah korban meninggal dunia maupun jumlah korban yang sedang dirawat. Karena itu, pihak klub belum menyampaikan angka pasti mengenai kondisi korban.
Kecelakaan melibatkan sebuah mobil Toyota HiAce yang diduga mengangkut 15 orang, termasuk pengemudi. Informasi mengenai kendaraan dan jumlah orang di dalamnya masih menjadi bagian dari data yang dihimpun. Jumlah tersebut merupakan dugaan berdasarkan informasi yang diterima Vita, bukan keterangan terperinci mengenai identitas setiap orang di dalam kendaraan.
Untuk menghimpun informasi, pusat komunikasi gabungan melibatkan perwakilan suporter, korban selamat, manajemen, rumah sakit, serta kepolisian. Pihak-pihak tersebut berupaya mengumpulkan dan memverifikasi keterangan mengenai insiden. Proses pendataan berlangsung dengan keterbatasan personel dan jarak, sehingga informasi belum dapat dipastikan secara lengkap.
“Saat ini call center komunikasi gabungan antara perwakilan suporter, korban selamat, manajemen, rumah sakit, serta kepolisian sedang mencoba mendata seluruh informasi karena keterbatasan personel dan jarak,” kata Vita. Pusat komunikasi tersebut menjadi jalur koordinasi untuk menghimpun informasi yang tersedia dari pihak-pihak terkait.
Vita menyebut identifikasi korban masih berlangsung dan meminta publik menunggu keterangan selanjutnya. “Korban masih diidentifikasi, sebaiknya tunggu kabar selanjutnya,” ujarnya. Manajemen PSS Sleman belum merinci jumlah korban meninggal dunia maupun yang menjalani perawatan. Informasi lanjutan menunggu proses pendataan dan verifikasi oleh pihak yang terlibat dalam komunikasi gabungan.












