Jogja

Indonesia Perkuat Sinergi Kebudayaan dengan Negara Pasifik

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Indonesia Perkuat Sinergi Kebudayaan dengan Negara Pasifik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Yogyakarta, Jatim Mandiri – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia membangun sinergi kebudayaan dengan negara-negara Pasifik. Komitmen itu disampaikan dalam seminar bertajuk “Beyond Cultural Exchange” di Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian Indonesia–Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026. Tanggal pelaksanaan seminar tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Dalam seminar tersebut, Fadli menyatakan Indonesia berkomitmen memperkuat diplomasi budaya sekaligus membangun kemitraan berkelanjutan dengan negara-negara di kawasan Pasifik. Ia juga mengatakan kebudayaan perlu ditempatkan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kerja sama internasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Fadli menyoroti kenaikan permukaan air laut di Pasifik Barat Daya dan berbagai risiko iklim. Kondisi itu mengancam situs-situs warisan budaya dunia serta tradisi masyarakat Pasifik. Dalam pandangannya, ancaman tersebut berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan komunitas, selain perlindungan tradisi serta situs sakral.

“Bagi masyarakat Kepulauan Pasifik, warisan budaya, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan komunitas saling terhubung satu sama lain. Ancaman-ancaman ini dapat menyebabkan kehilangan tradisi, budaya, situs-situs sakral, dan keberlangsungan komunitas,” kata Fadli. Pernyataan itu menggambarkan keterkaitan antara pelestarian warisan budaya, lingkungan, dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi risiko tersebut, Fadli menyerukan kerja sama penelitian, dokumentasi, dan transmisi pengetahuan antargenerasi di kawasan Pasifik. Kegiatan-kegiatan itu menjadi bentuk kolaborasi kebudayaan yang ia dorong bersama negara-negara di kawasan tersebut.

“Oleh karena itu, kami turut menyerukan kerja sama dalam penelitian, dokumentasi, dan transmisi pengetahuan antargenerasi di kawasan Pasifik,” ujarnya. Seruan itu disampaikan dengan merujuk pada ancaman terhadap tradisi, situs budaya, dan komunitas. Fadli menekankan perlunya kerja bersama untuk mendukung pelestarian kebudayaan di tengah berbagai risiko iklim.

Indonesia dan negara-negara Pasifik juga dapat memperkuat sinergi melalui program kerja sama kebudayaan, termasuk residensi seniman antarnegara. Program tersebut menghubungkan beragam tradisi melalui proses belajar bersama dan penciptaan karya seni kolaboratif, menurut Fadli.

Baca Juga  PBHI Nyatakan Mosi Tak Percaya terhadap Pengadilan Militer dalam Kasus Andrie Yunus

“Program residensi seniman antarnegara membawa keragaman tradisi melalui proses belajar bersama dan penciptaan karya seni kolaboratif. Inilah transisi nyata yang menjadi tujuan bersama, di mana perjumpaan budaya menjadi jejaring budaya yang berkelanjutan,” jelasnya. Ia menyampaikan residensi sebagai salah satu bentuk kemitraan budaya yang dapat mempertemukan tradisi dan mendorong terbentuknya jejaring berkelanjutan.

Kementerian Kebudayaan RI berupaya memperkuat jejaring budaya, melakukan transmisi pengetahuan, meningkatkan kapasitas, memperkuat kolaborasi industri kreatif, dan meningkatkan kerja sama. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan diplomasi kebudayaan berkelanjutan bersama negara-negara Pasifik.

Indonesia juga menjadi anggota Komite Antar-Pemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030, mewakili Kelompok Asia-Pasifik. Dalam peran tersebut, Indonesia siap menjadi jembatan dalam dialog kebudayaan internasional. Komitmen itu melengkapi upaya memperkuat diplomasi budaya dan kemitraan berkelanjutan dengan negara-negara Pasifik.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *