Jateng

Ribuan Warga Grobogan Alami Hipertensi dan Obesitas

×

Ribuan Warga Grobogan Alami Hipertensi dan Obesitas

Sebarkan artikel ini
Warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Dinkes Grobogan.
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Grobogan mengungkap tingginya faktor risiko penyakit tidak menular di masyarakat.

Hingga 10 Juni 2026, Dinas Kesehatan Grobogan menemukan ribuan warga mengalami hipertensi maupun obesitas yang berpotensi memicu berbagai penyakit serius.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, menjelaskan bahwa pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat dalam program tersebut.

“Hingga 10 Juni 2026 ada 139.998 orang yang menjalani pemeriksaan tekanan darah atau sekitar 85,35 persen dari 164.032 peserta usia di atas 18 tahun,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 106.053 orang memiliki tekanan darah normal.

Namun, hasil pemeriksaan juga menunjukkan sebanyak 15.172 orang terdeteksi mengalami hipertensi.

Selain itu, sebanyak 12.848 orang masuk kategori tekanan darah meningkat atau berada pada fase prahipertensi yang memerlukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan.

Sisanya terbagi dalam kategori hipertensi derajat 1, hipertensi derajat 2, hipertensi derajat 3, hingga hipertensi sistolik terisolasi.

“Adapun yang perlu pemeriksaan lanjutan itu pasien yang mengalami tekanan darah meningkat,” jelas Djatmiko.

Tak hanya hipertensi, program CKG juga menemukan tingginya angka kelebihan berat badan dan obesitas di masyarakat.

Dari 144.349 peserta yang menjalani pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), sebanyak 44.001 orang masuk kategori gemuk atau overweight.

Sementara itu, sebanyak 29.298 orang tercatat mengalami obesitas tingkat 1 dan 6.319 orang mengalami obesitas tingkat 2.

Adapun peserta dengan berat badan normal tercatat sebanyak 61.144 orang, sedangkan 3.590 orang masuk kategori berat badan kurang atau underweight.

Temuan serupa juga terlihat pada pemeriksaan lingkar perut.

Dari 145.557 peserta usia di atas 18 tahun yang menjalani skrining, sebanyak 37.295 orang diketahui mengalami obesitas sentral.

Baca Juga  Diteriaki Maling, Aksi Kejar-kejaran Truk Box dari Rembang ke Juwana Berujung Salah Paham

Menurut Djatmiko, obesitas sentral menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan metabolik lainnya.

Meski demikian, ia menilai tingginya angka temuan tersebut menunjukkan manfaat program CKG sebagai sarana deteksi dini berbagai risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Program CKG sendiri merupakan layanan pemeriksaan kesehatan yang disesuaikan dengan kelompok usia peserta.

Adapun untuk usia dewasa, pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, hingga skrining berbagai penyakit tidak menular.

Dinkes Grobogan berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan program tersebut agar penyakit maupun faktor risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal.

“Kita harapkan program CKG ini bisa didapatkan oleh masyarakat karena tujuan utamanya untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit atau risiko kesehatan sejak dini agar penanganan dan pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum terjadi komplikasi,” pungkas Djatmiko.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *