Nagoya, Jatim Mandiri
Atlet esports Jepang Yuki Kurihara mencatat sejarah sebagai peraih medali emas termuda Asian Games setelah menjuarai nomor Puyo Puyo Champions, Minggu (27/9). Atlet berusia 11 tahun itu mengalahkan wakil Korea Selatan Kang Dong-shin pada final sekaligus mengantarkan Jepang meraih emas pertama dari cabang esports sepanjang keikutsertaannya di Asian Games.
Yuki yang masih duduk di sekolah dasar mampu bersaing dengan pemain yang jauh lebih tua. Ketenangannya saat bertanding turut menjadi perhatian dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“Saya sangat senang. Medali emas ini sangat indah, berkilau, dan berat,” kata Kurihara.
Kurihara mengenal Puyo Puyo sejak kelas satu sekolah dasar dan kemudian mengikuti berbagai turnamen. Kemampuannya berkembang hingga mengantongi lisensi pemain profesional pada April 2026.
Menjelang Asian Games, ia meningkatkan latihan hingga sekitar tiga jam setiap hari. Waktu latihan harus disesuaikan dengan kegiatan sekolah dan pekerjaan rumah. Kerja keras tersebut membuahkan pencapaian bersejarah. Kurihara mengaku menyukai benda-benda berkilau dan ingin menggunakan hadiah kemenangannya untuk membeli batu permata berwarna biru.
“Saya suka benda-benda yang berkilau, jadi saya ingin membeli beberapa batu permata. Saya suka yang berwarna biru,” ujarnya. Puyo Puyo Champions merupakan gim puzzle yang mengandalkan kemampuan menyusun karakter dengan warna sama untuk membentuk rangkaian dan menekan lawan.
Emas di Nagoya kini mengukuhkan Kurihara sebagai salah satu atlet muda yang mendapat perhatian dalam perkembangan esports Jepang di tingkat Asia. (bib/ibn)












