Lumajang, Jatimmandiri.id – Kemudahan memperoleh informasi melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai seluruh jawaban yang dihasilkan teknologi tersebut, melainkan memeriksa kebenaran dan mempertimbangkan kelayakannya sebelum digunakan.
Pesan itu disampaikan anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, S.Sos., M.Si., saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Literasi dan Fundamental Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)” di Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Komisi X DPR RI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Purnamasidi, literasi AI tidak berhenti pada kemampuan mengoperasikan aplikasi. Pengguna juga harus memahami cara kerja teknologi, mengevaluasi hasilnya, serta menilai dampak yang mungkin timbul dari pemanfaatannya.
“Keputusan akhirnya, apakah kita menggunakan cara itu, apakah kita kemudian menggunakan itu 100 persen, 20 persen, 50 persen, atau berapa pun, itu kembali kepada diri kita sendiri. Jadi, sesungguhnya kendali terkait dengan artificial intelligence itu ada pada diri kita sendiri,” ujar Purnamasidi.
Ia mengingatkan, kebiasaan menerima informasi digital tanpa verifikasi dapat membuat masyarakat keliru mengambil kesimpulan. Karena itu, setiap keluaran AI perlu diperiksa sebelum dijadikan rujukan atau dasar pengambilan keputusan.
Selain akurasi informasi, perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian. Pengguna media sosial dan layanan berbasis AI perlu berhati-hati ketika memasukkan informasi pribadi ke platform digital karena pemrosesannya bergantung pada kebijakan dan mekanisme layanan masing-masing.
“AI ini sesungguhnya adalah alat bantu,” tegasnya.
Purnamasidi menilai, AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas berbagai kalangan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya, dapat menggunakannya untuk mendukung pengembangan usaha dan efisiensi kerja. Sementara itu, guru bisa memanfaatkan teknologi tersebut sebagai pendukung penyusunan pembelajaran yang lebih efektif.
Pemanfaatan AI diharapkan tidak sekadar meningkatkan pengetahuan dan kinerja, tetapi juga memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendalami literasi dan dasar-dasar AI bersama Ikhlasul Amal, peneliti ahli madya BRIN.
Purnamasidi mengapresiasi BRIN atas pelaksanaan program kemitraan itu. Ia berharap kegiatan serupa berlanjut dengan tema yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia kemudian secara resmi membuka Bimtek Literasi dan Fundamental Kecerdasan Buatan melalui pembacaan basmalah.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menggunakan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja












