Jatim

Kapolres Kediri Dialog dengan Mahasiswa, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono
×

Kapolres Kediri Dialog dengan Mahasiswa, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini
Kapolres Kediri Wahyudin Latif berdialog dengan aktivis mahasiswa untuk menyerap aspirasi, memperkuat komunikasi, dan menjaga kamtibmas tetap kondusif.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id — Polres Kediri Polda Jawa Timur memperkuat komunikasi dengan kalangan mahasiswa melalui dialog terbuka yang berlangsung dalam suasana santai, Senin (19/10/2026) malam. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pandangan, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat” itu melibatkan sejumlah aktivis dan organisasi mahasiswa se-Kabupaten Kediri. Melalui pertemuan tersebut, kepolisian membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan mengenai persoalan sosial dan keamanan di wilayah Kediri.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejumlah perwakilan mahasiswa mengapresiasi inisiatif Polres Kediri dalam menggelar dialog terbuka. Mereka berharap komunikasi semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga berbagai persoalan bisa dibicarakan sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sekretaris BEM Kediri Raya, Rizal Rahma Dwika, mengajak kalangan mahasiswa menjadikan peristiwa 30 September 2025 sebagai bahan evaluasi bersama. Ia menilai dialog dan audiensi perlu dioptimalkan sebagai sarana komunikasi dengan pihak terkait, tanpa mengesampingkan hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Mahasiswa tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, dialog dan audiensi perlu diupayakan lebih dahulu agar persoalan bisa dibicarakan langsung dengan pihak terkait,” ujar Rizal.

Sementara itu, Ketua PC SEMMI Kediri Raya, Adham, mengingatkan bahwa gangguan keamanan dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi yang tidak kondusif, menurutnya, juga berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang dalam menjalankan usaha.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan serta keharmonisan lingkungan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menyambut baik sikap kritis mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Polres Kediri terbuka terhadap informasi, saran, dan kritik dari masyarakat.

Baca Juga  Polisi Usut Dugaan Jual Beli Lapak Alun-Alun Batu

Menurut Latif, dialog santai atau “ngopi bareng” sengaja digelar agar kepolisian dapat mendengar langsung perspektif kalangan mahasiswa dan akademisi. Komunikasi dua arah dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama dalam menyikapi berbagai persoalan.

“Perbedaan pandangan itu wajar. Kami terbuka terhadap informasi, saran, dan kritik dari mahasiswa. Yang penting, komunikasi tetap terjaga dan setiap persoalan dibicarakan dengan saling menghormati demi keamanan masyarakat Kediri,” kata Latif.

Kapolres juga berpesan agar mahasiswa bijak dalam menyikapi perkembangan isu di media sosial. Selain aktif berorganisasi secara bertanggung jawab, mahasiswa diharapkan tetap mengutamakan pendidikan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Ia menambahkan, situasi kamtibmas yang kondusif menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui dialog terbuka yang berkelanjutan, Polres Kediri berharap komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa semakin kuat. Dengan demikian, aspirasi dapat disampaikan dan dibahas secara konstruktif demi menjaga Kabupaten Kediri tetap aman, harmonis, dan kondusif.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *