Jakarta, Jatimmandiri.id – Pemerintah menyiapkan 40 ribu desa tematik budi daya ikan sebagai strategi memperkuat swasembada protein nasional sekaligus meningkatkan ekspor perikanan hingga 2029.
Program tersebut menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah setelah keberhasilan mendorong swasembada karbohidrat. Selain pengembangan desa tematik, pemerintah juga akan membangun Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat sektor perikanan dari hulu hingga hilir.
Seperti dikutip Antara, hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta sejumlah kementerian terkait di Jakarta, Selasa (21/07). “Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, menyukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya,” kata Zulhas.
Menurut Zulhas, desa tematik akan dikembangkan di berbagai wilayah yang memiliki potensi perikanan darat, bukan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi protein nasional sekaligus memenuhi permintaan ekspor yang terus meningkat, termasuk komoditas ikan patin ke Arab Saudi.
Pelaksanaannya akan melibatkan koordinasi lintas kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Desa, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertugas menyiapkan benih sesuai potensi daerah dan kebutuhan pasar.
“Ini perlu dikoordinasi sehingga ini kita kawal betul agar sukses seperti kita mengawal program-program yang lain,” ujar Zulhas. Ia menegaskan program akan segera dijalankan dengan pengembangan berbagai jenis ikan.
“Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya,” sambungnya.












