Jateng

Pulang Haji, Lansia Asal Semarang Tempuh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan Demi Tunaikan Nazar

×

Pulang Haji, Lansia Asal Semarang Tempuh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan Demi Tunaikan Nazar

Sebarkan artikel ini
Mustofa Ismail, jemaah haji asal Semarang, berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali menuju rumahnya sejauh 34 kilometer untuk menunaikan nazar sepulang dari Tanah Suci.
Example 468x60

Boyolali, Jatimmandiri.id – Aksi seorang jemaah haji lanjut usia asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menarik perhatian warga.

Setibanya di Tanah Air, Mustofa Ismail (67) memilih berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali, menuju rumahnya di Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada Kamis, 11 Juni 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Perjalanan sejauh sekitar 34 kilometer itu dilakukan Mustofa untuk menunaikan nazar yang telah diucapkannya sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Momen tersebut sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, Mustofa terlihat berjalan santai melintasi Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Ia ditemani adik kandungnya, sementara putranya mengawal menggunakan sepeda motor.

Mustofa mengatakan, nazar berjalan kaki sepulang haji merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

“Ini nazar saya setelah pulang haji. Sebagai bentuk syukur karena masih diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji,” ujar Mustofa.

Menurutnya, berjalan kaki juga menjadi sarana untuk memperbanyak zikir sekaligus menjaga kebugaran fisik.

Meski harus menempuh perjalanan puluhan kilometer, dirinya mengaku tidak mengalami kendala berarti selama perjalanan.

Yang menarik, Mustofa tetap mengenakan caping yang menjadi ciri khasnya sejak berangkat hingga pulang dari Tanah Suci.

Selain melindungi dari terik matahari, caping tersebut juga bertuliskan doa dalam huruf Arab.

Sementara itu, putranya, Achmad Mustofa, mengaku sengaja mengawal sang ayah selama perjalanan untuk memastikan keselamatannya.

Ia mengikuti dari belakang maupun berada di depan menggunakan sepeda motor.

“Kondisi bapak sehat dan staminanya masih kuat. Saya hanya mendampingi dan mengawasi selama perjalanan sampai tujuan,” kata Achmad.

Baca Juga  Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Jateng: Apapun Sukunya, Pancasila Perekat Kita

Achmad menambahkan, ayahnya memang telah mempersiapkan diri secara fisik sebelum berangkat haji.

Bahkan, saat akan berangkat ke Asrama Haji Donohudan, Mustofa juga berjalan kaki dari rumahnya menuju Kantor Kecamatan Suruh.

Kisah Mustofa Ismail menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya menepati janji dan mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan.

Di usia 67 tahun, ia berhasil membuktikan tekadnya dengan berjalan kaki sejauh 34 kilometer demi menuntaskan nazar sepulang dari Tanah Suci.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *