Intisari Berita:
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi di Muncar yang mencapai progres 88,7 persen.
Megaproyek gratis besutan pemerintah pusat ini menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA berasrama untuk memutus kemiskinan warga desil 1 dan 2.
Sebanyak 237 siswa dari keluarga kurang mampu resmi ditampung pada tahun ajaran 2026/2027 dengan fasilitas modern berskala APBN.
Banyuwangi, Jatimmandiri.id — Ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan struktural sekaligus mencetak Generasi Emas 2045 melalui jalur pendidikan berkualitas terus dikebut di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung progres pembangunan fisik.
Serta kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).
Khofifah mengaku sangat terkesan dengan kemegahan kompleks pendidikan terpadu tersebut. Saat ini, realisasi pembangunan SRT 1 Banyuwangi dilaporkan telah menyentuh angka 88,7 persen dan ditargetkan rampung total dalam 12 hari ke depan.
Sekolah ramah sosial ini mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpusat, lengkap dengan fasilitas asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, sarana ibadah, hingga kompleks olahraga kelas wahid.
“Melihat ruang kelas, ini juga area untuk olahraga, saya rasa kita sulit untuk menemukan sekolah dengan kapasitas fasilitas olahraga seperti ini. Dan pada hari ini sekolah rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan semua free of charge (gratis). Ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh pemerintah Prabowo-Gibran,” urai Khofifah.
Sasar Warga Desil 1 dan 2 Guna Pangkas Kemiskinan
Khofifah menegaskan, kehadiran jaringan Sekolah Rakyat di Jawa Timur merupakan wujud intervensi nyata negara dalam memberikan fasilitas pendidikan premium secara gratis bagi anak-anak yang berada di klaster desil 1 dan 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).
Skema penyediaan lahan disiapkan oleh pemerintah kabupaten/kota setempat, sementara seluruh pembiayaan konstruksi dan fasilitas disokong penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jawa Timur sendiri tercatat sebagai provinsi dengan jumlah rintisan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat permanen terbanyak di Indonesia.
Pada tahun pelajaran 2026/2027, SRT Muncar secara resmi menampung total 237 siswa, yang terdiri dari 90 siswa SMA, 90 siswa SMP, dan 57 siswa SD. Operasional SRT 1 Banyuwangi ini merupakan hasil penggabungan unit dari SRT 2 Banyuwangi (Kecamatan Licin) dan SRT 46 Banyuwangi.
Pemprov Jatim mengambil peran vital di sektor hulu dengan mengerahkan jejaring relawan sosial seperti pendamping PKH dan TKSK untuk proses rekrutmen siswa agar tepat sasaran.
Bangun Karakter Mandiri Melalui Sistem Asrama
Dalam kunjungannya yang didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani, Khofifah sempat berinteraksi dengan wali murid.
Ia meminta para orang tua, khususnya jenjang SD, untuk tidak cemas melepaskan anak-anak mereka tinggal di dalam fasilitas asrama sekolah.
Sistem asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat dirancang bukan untuk memisahkan anak dari keluarga, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter mandiri, penanaman disiplin baja, serta pembekalan mentalitas unggul sejak dini.
“Semoga anak saya krasan (betah) sekolah di sini, bisa belajar dengan baik dan nanti bisa mengangkat derajat dan martabat keluarga,” harap Yeni Anindia Lestari (31), salah satu wali murid yang sehari-hari bekerja sebagai SPG, sambil berkaca-kaca menatap kemegahan sekolah anaknya.
Di sela peninjauan lapangan sepak bola kompleks SRT, Gubernur Khofifah juga dibuat kagum oleh bakat seni Desvita Maharani (15), salah satu siswi SMP SRT yang melantunkan lagu berbahasa Osing dengan merdu.
Khofifah pun langsung melayangkan undangan resmi kepada Desvita untuk tampil menyanyi di Gedung Negara Grahadi pada perayaan Hari Kemerdekaan mendatang.












