Probolinggo, Jatim Mandiri
Geliat pesona wisata di Jawa Timur memang tak pernah usai. Potensi wisata maupun event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan terus meningkat. Salah satunya , Jazz Gunung Series Bromo Sunset Music and Culture Volume 3 yang kembali digelar. Event rutin ini diharapkan menjadi panggung kolaborasi seni untuk memperkuat pariwisata dan budaya di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
“Jazz Gunung bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman lokal untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat luas,” kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris dalam keterangannya pada Minggu ( 19/07).
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan budaya yang dikemas dengan konsep kreatif mampu meningkatkan daya tarik wisata Gunung Bromo sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Jazz Gunung Series Bromo Sunset Music and Culture Vol. 3, Pemkab Probolinggo berharap ada pertumbuhan yang berkelanjutan di beberapa sektor, seperti sektor pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif. Bukan hanya itu, dengan adanya event ini, semakin memperkuat posisi Bromo sebagai destinasi wisata unggulan yang kaya nilai budaya.
Sementara Founder Jiwa Jawa Resort Bromo, Sigit Pramono mengatakan Jazz Gunung merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kekuatan bangsa Indonesia ada pada seni dan budayanya, sehingga kami ingin terus menghadirkan ruang bagi para seniman dan budayawan untuk berkarya sekaligus mengangkat kekayaan budaya Nusantara, termasuk budaya Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Ia menjelaskan, Jazz Gunung tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga mengembangkan berbagai kegiatan budaya lainnya, seperti pameran seni rupa, pertunjukan tradisional hingga festival kuliner Nusantara sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif.
Ratusan pengunjung yang memadati Amphiteater Seruni Point disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari penampilan Festival Jathilan hingga Pestaraya Soto Nusantara yang menghadirkan ragam kuliner khas dari berbagai daerah. (*ayn)












