Malang, Jatim Mandiri
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, mengusulkan penggunaan teknologi autothermix atau sistem termal untuk menangani persoalan timbunan sampah. Usulan melalui skema Local Service Delivery Project (LSDP) ke pemerintah pusat ini diharapkan menambah kapasitas pengolahansampah di TPA Supit Urang, Malang.
“Kami coba mengusulkan perihal pengolahan sampah dari LSDP untuk menggunakan autothermix ke pusat,” kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigorang di Kota Malang, Sabtu (18/7) seperti dikutip Antara.
Dia menyampaikan alat pemusnah sampah tergolong inovasi baru dalam mendukung pengolahan sampah dalam skala besar. Sebab lewat LSDP, pemerintah daerah setempat mengusulkan kapasitas pengolahan mencapai 100 ton sampai 150 ton sampah per hari.
Jumlah kapasitas pengolahan yang diajukan juga untuk mengurangi beban daya tampung sampah di TPA Supit Urang. Yakni sebesar 500 ton per hari dari keseluruhan volume sampah 860 ton.
Jika tak ditanggulangi, dikhawatirkan usia operasional TPA Supit Urang hanya sanggup bertahan hingga 2,5-3 tahun ke depan. Dia menjelaskan sistem pengolahan sampah lewat teknologi yang diusulkan lewat LSDP berbeda dengan alat insinerator.
Menurutnya autothermix bekerja melalui sistem uap panas berbahan operasional arang. Sehingga tidak dengan proses pembakaran sebagaimana mekanisme dari insinerator. “Jadi arangnya dimasukkan ke dalam alat, kemudian menghasilkan uap yang dimanfaatkan dalam proses pengolahan,” ucapnya.
Selain itu, DLH Kota Malang terus memaksimalkan pengelolaan dari tingkat hulu lewat proses pemilihan antara sampah organik dengan anorganik. Dia menyampaikan sampah organik ditangani dan diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik dipilah sesuai jenisnya lalu diproses menjadi berbagai barang, seperti meja dan kursi.
Sampah plastik yang telah dipilah turut diproses menjadi solar untuk mendukung kebutuhan bahan bakar mesin pemroses hingga kendaraan pengangkut. “Solarnya sudah kami produksi tetapi memang belum bisa dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia. (ant/ibn)












