Jatimmandiri.id- Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menepis berbagai kekhawatiran terkait performa timnya, termasuk mandulnya gol sang megabintang Cristiano Ronaldo, usai hasil imbang 1-1 melawan Kongo DR pada laga yang digelar di NRG Stadium, Rabu waktu setempat.
Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo kembali gagal mencetak gol.
Ini menjadi kali kelima secara beruntun ia tidak mencetak gol di Piala Dunia, serta pertandingan ke-10 berturut-turut tanpa gol di ajang besar, termasuk Piala Dunia dan Piala Eropa.
Bahkan, pemain berusia 40 tahun itu belum mencetak gol non-penalti di turnamen besar sejak Juni 2021.
Dalam beberapa laga terakhir, Portugal juga kesulitan mencetak gol, dengan hanya satu gol yang tercipta dalam empat pertandingan terakhir di ajang besar.
Meski tampil penuh selama 90 menit, Ronaldo hanya mampu melepaskan tiga percobaan tembakan tanpa satu pun yang mengarah ke gawang.
Catatan tersebut menambah daftar penampilannya tanpa tembakan tepat sasaran di Piala Dunia.
Kendati demikian, Martinez tetap memberikan kepercayaan penuh kepada sang kapten dan menilai menggantinya bukan solusi.
“Tidak masuk akal menarik keluar pencetak gol terbaik di dunia saat tim membutuhkan gol,” tegas Martinez.
Di sisi lain, Ronaldo masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Portugal dengan 143 gol.
Ia juga mencatatkan sejarah sebagai pemain kedua yang tampil di enam edisi Piala Dunia setelah Lionel Messi.
Namun, ambisinya untuk menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia belum terwujud, terlebih setelah Messi mencetak hattrick pada laga sebelumnya.
Portugal sebenarnya sempat unggul cepat melalui gol João Neves pada menit keenam. Akan tetapi, setelah itu permainan Portugal justru menurun.
Martinez menilai timnya kehilangan inisiatif setelah mencetak gol pembuka.
Alih-alih menambah tekanan, Portugal justru terlalu fokus menjaga penguasaan bola sehingga memberi kesempatan kepada Kongo DR untuk mengatur ulang pertahanan dan melancarkan serangan balik.
“Kami memulai dengan sangat baik, tetapi setelah mencetak gol, emosi justru berdampak negatif. Kami kehilangan kedalaman permainan dan berhenti mengambil risiko,” jelasnya.
Kongo DR yang tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk menyamakan kedudukan.
Meski hasil ini dianggap mengecewakan, Martinez menegaskan tidak ada alasan untuk panik. Ia mencontohkan beberapa tim besar yang pernah kalah di laga awal, namun akhirnya keluar sebagai juara dunia.
“Piala Dunia selalu penuh kejutan. Argentina pernah kalah dari Arab Saudi dan tetap menjadi juara. Spanyol juga pernah kalah di awal turnamen sebelum akhirnya juara,” ujarnya.
Portugal selanjutnya dijadwalkan menghadapi Uzbekistan pada laga berikutnya di Houston.












