Jatim

Polusi Suara Ekstrem Horeg Ancam Pasien RS Siti Khodijah, Pemkab Sidoarjo Didorong Bertindak

Penulis: Dicky DeaEditor: Alif Bintang
×

Polusi Suara Ekstrem Horeg Ancam Pasien RS Siti Khodijah, Pemkab Sidoarjo Didorong Bertindak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pasien yang terganggu oleh adanya pawai sound horeg.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Suasana perawatan medis di sekitar Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo mendadak mencekam akibat maraknya pawai sound horeg berfrekuensi tinggi yang melintas tanpa mempedulikan kondisi para pasien.

Keluhan dan ketidaknyamanan pasien yang tengah berjuang melawan sakit ini menuai kecaman luas di media sosial. Hal tersebut seperti yang diutarakan oleh akun @arcichadmpp._ via Threads.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“SIDOARJO LAPO MELOK2 SOUND HOREG ANJGGGGG!!!! AKU LG DI RAWAT NG RS SITI KHODIJAH PIRANG2 DINO GAERO SG NYETEL KAMPUNG ENDI TAPI TEKO RS KRUNGU, WONG LORO PODO SAMBAT, IKI JAM ISTIRAHAT BANGSATTTT YA ALLAH DZOLIMMMMMM AKU PENGEN ISTIRAHAT SAMPE KAGET,” tutur akun tersebut yang kemudian mendapat respons dari ribuan warganet.

Publik lantas menyoroti ketidaktegasan pejabat daerah yang dinilai membiarkan tradisi perayaan ini terus berlangsung, bahkan sampai mengorbankan fasilitas umum dan ketenangan fasilitas kesehatan.

Pemerhati kebijakan publik regional, Dr Ir H Slamet Rahardjo MT, menilai pembiaran terhadap maraknya sound horeg menunjukkan lemahnya fungsi kontrol pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum. Menurutnya, regulasi tegas harus segera ditegakkan agar ruang publik tidak dikuasai oleh kelompok yang mengabaikan hak-hak dasar orang lain, terutama pasien rumah sakit.

“Negara tidak boleh kalah oleh ego kelompok yang merusak ketenteraman dan membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya, Minggu (6/9).

Kritik pedas masyarakat membongkar rentetan dampak buruk sound horeg yang selama ini dikeluhkan tanpa adanya solusi nyata dari pemerintah. Alih-alih menjadi ajang sukacita perayaan kemerdekaan, kegiatan ini justru membebani warga miskin yang dipaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk iuran sewa alat yang mencapai puluhan juta rupiah.

Dampak fisiknya pun sangat mengkhawatirkan. Balita, lansia, hingga penderita penyakit kronis seperti jantung, asma, dan GERD terpaksa mengungsi demi menyelamatkan nyawa dari gelombang suara ekstrem. Tak berhenti di situ, kerusakan fisik bangunan seperti kaca pecah dan genteng rontok harus ditanggung sendiri oleh warga tanpa ganti rugi. Waktu warga juga tersita hingga dua hari penuh hanya untuk cek sound, ditambah adanya ancaman denda bagi warga yang enggan berpartisipasi dalam karnaval.

Baca Juga  Maia Estianty Kaget Berat Badan Naik 3 Kg, Singgung Menopause dan Pola Hidup

Pernyataan senada ditegaskan oleh perwakilan Forum Peduli Lingkungan Sidoarjo, dr H M Taufiq SpP. Ia menjelaskan bahwa polusi suara dari sound horeg sudah masuk dalam kategori membahayakan organ vital manusia, khususnya bagi penderita gangguan pernapasan dan jantung.

“Pemkab Sidoarjo beserta jajaran kepolisian harus bertindak tegas membubarkan konvoi suara ekstrem yang melintasi kawasan rumah sakit dan permukiman padat demi menghentikan penderitaan warga,” tandasnya. (dea/alf)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang…