Dalam Negeri

Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026: Kemenpora Dorong 5 Arah Strategis Menuju Masyarakat Bugar

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026: Kemenpora Dorong 5 Arah Strategis Menuju Masyarakat Bugar

Sebarkan artikel ini
Haornas
Kemenpora RI menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026, Rabu (9/9), bertempat di halaman kantor Kemenpora. (foto: Bagus/Kemenpora)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Kemenpora RI menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Sesmenpora Suyadi Pawiro.
  • Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, olahraga ditegaskan sebagai investasi strategis untuk membangun karakter dan kualitas hidup manusia Indonesia secara utuh.
  • Sesmenpora merumuskan 5 arah kebijakan utama, termasuk pergeseran tolok ukur keberhasilan dari sekadar seremonial kegiatan menuju perubahan perilaku hidup bugar masyarakat.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 di halaman kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9). Upacara berlangsung dengan khidmat dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Suyadi Pawiro, selaku pembina upacara.

Agenda tahunan ini dihadiri oleh jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama, seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemenpora, serta perwakilan dari Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK). Peringatan Haornas tahun ini menjadi momentum konsolidasi nasional untuk menempatkan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik seremonial, melainkan bagian integral dari cetak biru pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam amanatnya, Sesmenpora menegaskan bahwa cita-cita menciptakan Indonesia yang bugar bukanlah tanggung jawab parsial satu kementerian, melainkan ikhtiar kolektif seluruh elemen bangsa.

“Olahraga adalah investasi bangsa, sebab melalui olahraga berarti Indonesia sedang membangun manusia secara utuh, membentuk karakter masyarakat yang disiplin, tangguh, sportif, memiliki daya juang, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tegas Suyadi Pawiro.

Lima Arah Kebijakan: Tolok Ukur Keberhasilan Bukan Banyaknya Kegiatan

Mengusung tema sentral “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, Kemenpora mendorong transformasi paradigma agar olahraga melekat sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Sesmenpora membeberkan lima pilar arah kebijakan strategis yang harus dijalankan bersama:

  • Pembangunan Kesehatan dan Kualitas SDM: Pemerintah perlu menempatkan olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari intervensi kesehatan preventif dan penguatan kapabilitas manusia Indonesia.
  • Peran Aktif Pemerintah Daerah: Pemerintah daerah di seluruh tingkatan diinstruksikan menjadi motor penggerak utama dalam memfasilitasi dan menggerakkan warganya agar senantiasa aktif berolahraga.
  • Pembiasaan dalam Kehidupan Sehari-hari: Olahraga harus hadir secara alami dalam rutinitas keseharian masyarakat, bukan hanya saat momentum peringatan tertentu.
  • Perubahan Perilaku sebagai Indikator Keberhasilan: Keberhasilan pembangunan keolahragaan dinilai dari perubahan nyata perilaku masyarakat menjadi lebih aktif dan bugar, bukan diukur dari kuantitas atau banyaknya event yang diselenggarakan.
  • Olahraga yang Inklusif dan Berkeadilan: Membuka akses sarana, prasarana, serta kesempatan berolahraga seluas-luasnya bagi seluruh lapisan tanpa terkecuali, menjunjung prinsip kesetaraan dan keadilan sosial.
Baca Juga  Kompolnas Umumkan Nominasi Kompolnas Awards 2026, Apresiasi Kinerja dan Inovasi Personel Polri

Kolaborasi Lintas Elemen Membangun Budaya Hidup Aktif

Mewujudkan target kebugaran nasional membutuhkan ekosistem pendukung yang kokoh. Oleh sebab itu, Sesmenpora mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari jajaran birokrasi pemerintah, institusi dunia pendidikan, entitas dunia usaha, organisasi cabang olahraga, komunitas hobi, hingga masyarakat luas—untuk bergotong royong membudayakan gaya hidup sehat.

Suyadi menekankan bahwa langkah awal hidup sehat tidak harus dimulai dari hal-hal yang berat atau rumit, melainkan dari konsistensi bergerak dalam lingkup keseharian.

“Mari kita mulai bergerak dari sekarang, mari kita lakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan masing-masing,” pungkasnya menutup rangkaian upacara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sidoarjo, Jatim Mandiri Bupati Sidoarjo Subandi menyoroti biaya perawatan ratusan santri yang diduga keracunan MBG di Kalitengah, Sidoarjo. Di sisi…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Operasi modifikasi cuaca untuk mengupayakan hujan buatan dilanjutkan ke kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Ijen. Upaya yang…