Intisari Berita:
- Tim SAR gabungan berhasil menemukan Muhammad Isa Daus Wasa (20), pendaki asal Kediri yang tersesat di kawasan Gunung Semeru, dalam kondisi selamat.
- Operasi evakuasi melibatkan 2 SRU lintas potensi yang menembus medan ekstrem di Dusun Jarak Ijo, Poncokusumo, selama hampir 7 jam perjalanan.
- Korban dievakuasi turun menuju posko pada Selasa malam dan telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga usai dimintai keterangan.
Malang, Jatimmandiri.id — Operasi pencarian terhadap pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan lereng Gunung Semeru berbuah manis. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Muhammad Isa Daus Wasa (20) dalam keadaan selamat di wilayah Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Selasa (8/9/2026).
Pemuda asal Dusun Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri tersebut sebelumnya dilaporkan tersesat pada Senin (7/9/2026). Informasi awal terkait posisi korban diperoleh langsung dari laporan ayah Isa, yang menyebut anaknya terkonfirmasi berada di sekitar kawasan Puncak Limpak dengan titik koordinat 8° 06′ 21.24″ S 112° 54′ 33.60″.
Merespons laporan darurat tersebut, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., langsung menginstruksikan pergerakan cepat dengan memberangkatkan satu tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya guna menggelar operasi pencarian terpadu bersama unsur potensi SAR lainnya.
Kerahkan Dua SRU Menembus Jalur Ekstrem Selama Hampir Tujuh Jam
Guna mempercepat deteksi keberadaan korban di lanskap pegunungan yang luas, tim gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi solid lintas instansi dan elemen sukarelawan, meliputi:
- Unit Siaga SAR Malang Raya
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang
- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
- Bolang Rescue
- Gimbal Alas
- Warga masyarakat di sekitar lereng Semeru
Setelah menempuh perjalanan berat selama kurang lebih 6 jam 45 menit melintasi vegetasi lebat dan kontur berbukit, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menjangkau titik keberadaan Isa.
Setibanya di lokasi korban, personel penolong langsung memberikan penanganan awal. Isa dipersilakan beristirahat serta diberikan asupan makanan dan minuman untuk memulihkan staminanya yang terkuras sebelum memulai perjalanan turun menuju pos komando.
Tantangan Medan Minim Penerangan hingga Tiba di Posko
Proses membawa korban turun dari kawasan Puncak Limpak membutuhkan kewaspadaan ekstra tinggi. Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi, menjelaskan bahwa rombongan evakuasi mulai beranjak turun sekitar pukul 14.30 WIB.
Perjalanan pulang dinilai sangat menantang karena tim harus menapaki lintasan alam yang ekstrem dengan kondisi pencahayaan yang sangat terbatas begitu hari beranjak malam.
“Perjalanan turun dimulai pukul 14.30 WIB. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena tim harus melewati jalur ekstrem dengan penerangan yang minim, terutama saat malam hari,” ungkap Imam Nahrowi.
Sekitar pukul 19.00 WIB, tim SAR gabungan beserta korban akhirnya tiba dengan selamat di posko SAR gabungan. Setelah petugas menghimpun keterangan lengkap terkait kronologi dan aktivitas yang dilakukannya selama terisolasi di belantara Gunung Semeru, Isa langsung diserahterimakan secara resmi kepada pihak keluarga.












