Kota Besar

Pemkot Surabaya Luncurkan Game MangroveThrone, Ajak Anak Aktif Bergerak dan Peduli Lingkungan

×

Pemkot Surabaya Luncurkan Game MangroveThrone, Ajak Anak Aktif Bergerak dan Peduli Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya meluncurkan game berbasis web MangroveThrone di Kebun Raya Mangrove. Game edukasi ini mengajak anak-anak aktif bergerak, belajar, dan peduli lingkungan.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menghadirkan inovasi digital berupa game berbasis web MangroveThrone untuk mengajak anak-anak dan remaja lebih aktif bergerak sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Game yang dapat diakses melalui mangrovethrone.com ini dirancang khusus untuk dimainkan di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya dan dijadwalkan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Sabtu (25/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan pengembangan permainan tersebut berangkat dari kebiasaan anak-anak usia SD hingga SMA yang gemar bermain game, namun lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.

Karena itu, BRIDA mengembangkan konsep permainan berbasis geolocation dan daily care, sehingga pemain harus datang langsung ke Kebun Raya Mangrove untuk menikmati seluruh fitur permainan.

“Anak-anak kita suka bermain game, tetapi biasanya hanya duduk di kamar selama berjam-jam. Kondisi itu tentu kurang baik bagi kesehatan. Lewat permainan ini, mereka diajak bermain di luar ruangan, menikmati udara segar di Kebun Raya Mangrove, sekaligus menjadi lebih sehat,” ujar Agus Imam Sonhaji, Selasa (21/7/2026).

MangroveThrone mengusung cerita tentang tiga kerajaan satwa yang menjadi ikon kawasan mangrove Surabaya, yakni Rajoboyo sebagai Kerajaan Tahta Sungai, Ratu Sura sebagai Kerajaan Laut, dan Pangeran Kera sebagai Kerajaan Mangrove.

Dalam alur permainan, ketiga kerajaan tersebut harus bersatu menghadapi berbagai monster yang melambangkan persoalan lingkungan, seperti sampah plastik, limbah medis, hingga polusi udara.

Selain bertarung melawan musuh, pemain juga wajib merawat karakter hewan peliharaan agar tetap sehat, kenyang, dan bahagia melalui sistem daily care.

Baca Juga  Wali Kota Eri Cahyadi Raih Penghargaan Kapolri atas Komitmen Cegah Radikalisme dan Lindungi Anak di Surabaya

Tak hanya itu, pemain dapat meningkatkan tingkat kecerdasan karakter dengan menjawab kuis edukatif yang nantinya akan dikembangkan bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

“Materi kuis akan kami kolaborasikan dengan Dispendik agar anak-anak dapat belajar pelajaran sekolah melalui cara yang lebih menyenangkan,” tambah Agus.

Pengembang MangroveThrone, David Hermansyah, menjelaskan bahwa permainan sengaja dibuat dalam format web apps agar dapat diakses melalui berbagai jenis gawai tanpa harus mengunduh aplikasi.

“Kalau dibuat aplikasi Android atau iOS, belum tentu semua perangkat mendukung. Karena itu kami memilih web apps agar siapa pun cukup membuka situsnya dan langsung bisa bermain,” kata David.

Ia menjelaskan, konsep permainan menggabungkan mekanisme ala Pokemon Go dan Tamagotchi, di mana pemain harus menjelajahi kawasan Kebun Raya Mangrove untuk mengumpulkan berbagai karakter satwa.

Beberapa karakter bahkan bersifat musiman, seperti burung migrasi dari Australia yang hanya muncul dalam periode tertentu setiap enam bulan.

Karakter yang berhasil dikumpulkan harus terus dirawat di kawasan Kebun Raya Mangrove agar tingkat kebahagiaan dan kesehatannya tetap terjaga. Pemain juga dapat bertukar kartu karakter, membagikan pencapaian ke media sosial, hingga melakukan pertarungan antarkarakter dengan pemain lain dalam radius sekitar 100 meter.

David menambahkan, karakter-karakter dalam MangroveThrone ke depan juga berpeluang dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif, seperti kaus, topi, hingga kartu koleksi melalui kerja sama dengan pelaku UMKM.

Pengembangan game ini memerlukan waktu sekitar tiga bulan dan akan terus diperbarui dengan penambahan karakter, fitur hadiah, serta papan peringkat (leaderboard) bagi pemain.

Menurutnya, konsep permainan berbasis lokasi ini juga berpotensi diterapkan di destinasi wisata edukasi lainnya milik Pemkot Surabaya.

“Konsep ini tidak hanya untuk kawasan mangrove. Ke depan bisa diterapkan di Kebun Binatang Surabaya maupun kawasan Kota Tua agar semakin menarik minat masyarakat sekaligus menjadi media edukasi,” jelasnya.

Baca Juga  Mr. Token BG Junction Surabaya Jadi Tempat Hiburan Favorit Saat Libur, Pengunjung Mengaku Seru dan Terjangkau

Salah seorang siswa SMPN 48 Surabaya, Iqbal Surya Pratama, mengaku menikmati pengalaman memainkan MangroveThrone.

Menurutnya, permainan tersebut membuat pemain harus menjelajahi kawasan Kebun Raya Mangrove untuk menemukan berbagai karakter satwa.

“Permainannya seru karena bisa keliling sambil mencari macam-macam hewan. Saya ingin datang lagi supaya bisa mendapatkan karakter Cobra. Saya juga baru tahu ternyata di kawasan mangrove ada ular cobra,” ujar Iqbal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *