Surabaya, Jatimmandiri.id – Inovasi pendidikan kembali hadir dari Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Program bertajuk Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH) yang menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris gratis bagi anak usia dini langsung disambut antusias oleh masyarakat.
Program hasil kolaborasi dengan Bunda PAUD Kecamatan Pakal ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bahasa asing sejak usia emas anak. Kehadirannya sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pembelajaran berkualitas tanpa beban biaya.
Camat Pakal, Zainuddin Fanani, menegaskan bahwa kemampuan Bahasa Inggris saat ini menjadi keterampilan penting di era digital dan globalisasi. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan kesempatan belajar yang merata bagi seluruh anak.
“Selama ini kursus Bahasa Inggris identik dengan biaya mahal sehingga belum menjadi prioritas sebagian orang tua. Melalui RICH, kami ingin membuktikan bahwa pembelajaran berkualitas bisa diakses secara gratis dan tetap menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Fanani, Jumat (29/5/2026).
Program ini menyasar anak usia 4 hingga 9 tahun, mulai dari jenjang TK A, TK B, Raudhatul Athfal (RA), hingga siswa SD kelas 1 dan 2 yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pakal. Setiap peserta akan mengikuti masa belajar selama satu tahun, dengan sekitar 10 bulan pembelajaran aktif dan dua bulan masa libur.
Berbeda dengan metode kursus konvensional, RICH mengusung konsep fun learning atau belajar sambil bermain. Materi difokuskan pada pengenalan dasar Bahasa Inggris, seperti kosakata dan keterampilan berbicara sederhana untuk membangun rasa percaya diri anak.
“Usia dini merupakan fase emas perkembangan bahasa. Anak-anak lebih cepat menyerap kosakata, meniru pelafalan, dan berani berekspresi. Ini menjadi dasar penting untuk jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.
Untuk memudahkan akses, kelas RICH tersebar di seluruh kelurahan di Kecamatan Pakal. Konsep ini memungkinkan peserta belajar lebih dekat dengan tempat tinggal tanpa harus menempuh jarak jauh.
Selain gratis, peserta juga mendapatkan sertifikat kelulusan serta pendampingan dari mentor berpengalaman. Program ini turut menggandeng perguruan tinggi, salah satunya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), guna menjaga kualitas pembelajaran.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Setiap kelurahan menyiapkan sekitar 150 kuota peserta, dengan total mencapai 600 siswa untuk seluruh wilayah Pakal. Dalam waktu singkat, seluruh kuota tersebut langsung terpenuhi.
Bahkan, saat pelaksanaan trial class sepanjang Mei 2026, minat pendaftar terus meningkat. Banyak orang tua yang kini harus masuk daftar tunggu untuk mengikuti kelas reguler yang dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran baru 2026–2027, sekitar Juli hingga Agustus mendatang.
Fanani berharap program RICH mampu menjadi bekal penting bagi generasi muda Surabaya dalam menghadapi tantangan masa depan. Terlebih, muncul wacana bahwa Bahasa Inggris akan kembali menjadi mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai tahun 2027.
“Kami ingin anak-anak Pakal tumbuh lebih percaya diri, kreatif, dan siap bersaing. RICH bukan hanya tempat belajar Bahasa Inggris, tetapi juga ruang untuk membangun keberanian dan mimpi mereka,” pungkasnya.












