Jateng

Pemkot Pekalongan Perkuat Surveilans Keamanan Pangan, Warga Diminta Waspadai Cemaran

×

Pemkot Pekalongan Perkuat Surveilans Keamanan Pangan, Warga Diminta Waspadai Cemaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKALONGAN, JATIM MANDIRI – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus memperkuat surveilans keamanan pangan untuk memastikan makanan yang diolah dan dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan dengan memantau kualitas pangan sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya cemaran, baik secara biologis, kimia maupun fisik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarni mengatakan pengawasan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat dari risiko makanan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

“Parameter yang diperiksa meliputi uji bakteri, khususnya E coli pada pangan, serta uji kimia pangan,” kata Puji di Pekalongan, Senin.

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pangan tidak memenuhi syarat, petugas akan melakukan tindak lanjut melalui edukasi kepada pengelola maupun masyarakat sesuai dengan faktor risiko yang ditemukan.

Faktor risiko tersebut dapat berasal dari berbagai hal, mulai dari kebersihan tempat pengolahan, kondisi peralatan, kebersihan tangan dan higiene personal, hingga kualitas serta cara penyimpanan bahan pangan.

Puji yang didampingi Sanitarian Muda Maysaroh menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan bakteriologis, temuan pangan yang tidak memenuhi persyaratan lebih banyak berkaitan dengan faktor kebersihan dan penyimpanan.

Sementara dalam pemeriksaan kimia, masyarakat perlu mewaspadai penggunaan bahan pangan yang mengandung zat berbahaya. Salah satunya formalin dan boraks yang dapat ditemukan pada bahan pangan tertentu, termasuk mi basah.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan tidak hanya mengandalkan pemeriksaan, tetapi juga mendorong upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk pencegahan, kami akan memberikan edukasi pada rumah tangga tentang cara penanganan makanan yang aman, teknik penyimpanan, pemilihan bahan pangan, dan praktik kebersihan yang benar,” ujarnya.

Ia menegaskan keamanan pangan tidak hanya ditentukan dari kondisi makanan setelah selesai diolah. Kebersihan harus diperhatikan sejak pemilihan bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga makanan dikonsumsi.

Baca Juga  Muktamar XVI Tapak Suci Resmi Dibuka di Semarang, Kapolri Jadi Anggota Kehormatan

Masyarakat juga diminta memastikan makanan terlindungi dari potensi cemaran fisik, kimia maupun biologis. Caranya dengan menjaga kebersihan tempat dan peralatan memasak, menjaga kebersihan diri, serta memastikan bahan pangan yang digunakan aman dan berkualitas.

Pemkot Pekalongan berharap peningkatan pengawasan tersebut dapat diikuti dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan keluarga.

“Pemahaman tersebut diharapkan mendorong perubahan perilaku, terutama dalam memilih, menyimpan dan mengolah makanan secara aman di lingkungan rumah tangga,” kata Puji.

Berdasarkan hasil surveilans pada 2025, capaian kualitas pangan di Kota Pekalongan tercatat 71 dari 84 sasaran atau mencapai 84,52 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pangan yang aman dan sehat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *