Mojokerto, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mulai mendistribusikan bantuan pangan beras tahap IV dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 14.373 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran ini digelar secara serentak di seluruh kelurahan se-Kota Mojokerto mulai 13-23 Agustus 2026.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa setiap KPM menerima total 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus.
Yakni, periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Bantuan ini ditujukan bagi keluarga yang terdaftar dalam desil 1 hingga desil 4.
Menariknya, Pemkot Mojokerto tak sekadar membagikan bantuan pangan.
Momen berkumpulnya warga ini dimanfaatkan secara efektif untuk mengakselerasi perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) di lapangan.
Petugas gabungan dari Tim IKD dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) diterjunkan langsung ke setiap titik penyaluran guna memberikan pelayanan kilat bagi masyarakat setempat.
Strategi jemput bola ini dilakukan demi mengejar target cakupan perekaman IKD sebesar 100 persen bagi warga Kota Mojokerto hingga akhir tahun 2026.
“Kami ingin capaian perekaman IKD warga Kota Mojokerto bisa 100 persen sampai akhir tahun 2026. Setiap ada kegiatan yang mengumpulkan masyarakat, tim IKD dan Perlinsos akan turun langsung di masing-masing titik untuk mempercepat pencapaian target tersebut,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut saat meninjau langsung penyaluran di Kelurahan Meri, Senin (17/8/2026).
Integrasi layanan kependudukan dalam pembagian bantuan ini tidak hanya mempermudah urusan administrasi warga, melainkan juga memperkuat keterhubungan data program-program pemerintah daerah ke depannya.
“Dengan data kependudukan yang semakin lengkap, pelaksanaan program pelayanan dan perlindungan sosial dapat dilakukan secara lebih terhubung dan tepat sasaran,” pungkasnya.












