Nganjuk, Jatimmandiri.id – Langkah strategis memperkuat sistem pertahanan sekaligus mendorong akselerasi pembangunan daerah terus digencarkan di Kabupaten Nganjuk.
Setelah berdirinya Yonif TP 933/Macan Wilis di Desa Salamrejo, Kecamatan Berbek, kini giliran Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, yang disiapkan menjadi markas bagi Yonif Teritorial Pembangunan (TP) kedua di wilayah tersebut.
Pemilihan Desa Sambikerep bukan tanpa alasan. Lokasi ini dinilai amat strategis karena tak hanya menyimpan potensi besar di sektor ketahanan pangan, tetapi juga memiliki aksesibilitas yang sangat menunjang operasional prajurit.
“Desa Sambikerep di Rejoso ini memiliki struktur tanah yang sangat subur. Komoditas pertanian unggulannya antara lain padi, jagung, dan sayuran,” kata Pjs Kasiter Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo saat meninjau di lokasi pembangunan, Kamis (10/9/2026).
Nilai tambah kawasan ini kian kuat berkat keberadaan Bendungan Semantok, bendungan terpanjang di Indonesia, yang tak sekadar berfungsi sebagai pengendali banjir dan ikon wisata alam, tetapi juga menjadi penopang utama irigasi pertanian setempat.
Ditambah lagi, konektivitasnya sangat mendukung lantaran berdekatan langsung dengan jalan provinsi Nganjuk-Bojonegoro serta fasilitas umum masyarakat.
Mayor Timbul berharap, keberadaan Yonif TP di Desa Sambikerep nantinya tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan negara, tetapi juga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
“Kita tentunya berharap kehadiran satuan ini nantinya mampu menggerakkan perekonomian dengan membuka peluang usaha baru, meningkatkan pertanian, dan sektor-sektor lainnya yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Kehadiran markas militer baru ini diproyeksikan menjadi katalisator percepatan pembangunan daerah.
Bagi warga Sambikerep, proyek ini bukan sekadar pembangunan kompleks militer semata, melainkan awal dari babak baru tumbuhnya aktivitas ekonomi dan sosial yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga lokal.












