Madiun, Jatim Mandiri
Sebanyak 30 siswa dan guru SDN 2 Kanigoro mendapat penanganan setelah mengalami pusing, mual, dan muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Madiun, Rabu (9/9). Dinas Kesehatan menangani mereka sesuai tingkat gejala dan mengirim sampel makanan untuk memastikan penyebab melalui pemeriksaan laboratorium di Surabaya.
Para siswa dan guru dibawa secara bertahap ke Puskesmas Sukosari dan RSUD Kota Madiun atau RSUD Sogaten. Sebagian yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang.
Keluhan muncul setelah mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis berupa sate udang dan tahu bulat. Seorang guru dilaporkan sempat kehilangan kesadaran sehingga membutuhkan penanganan medis.
Ketua Tim Kerja Surveilans Imunisasi dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Madiun Tri Wahyuning Novitasari mengatakan, seluruh siswa dan guru terdampak telah ditangani.
“Jadi intinya kami masih berproses. Yang jelas, kami mendapat informasi ada dugaan keracunan makanan di SDN Kanigoro 2,” kata Vita seperti dikutip Kompas.com. “Para siswa dan guru yang terdampak sudah kami tangani,” lanjutnya.
Menurut Vita, pasien bergejala ringan ditangani di Puskesmas Sukosari. Pasien yang memerlukan perawatan dan pemberian infus, sementara dirujuk ke RSUD Kota Madiun.
Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa. Pengujian dilakukan guna memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru. “Kami masih menunggu karena sampel makanan harus dikirim ke laboratorium di Surabaya,” katanya. “Kita tunggu hasil dari laboratoriumnya seperti apa,” lanjut Vita.
Salah seorang siswa, Muhammad Zidan, mengaku mulai merasa pusing setelah menyantap menu tersebut. Ia mengatakan udang yang dikonsumsinya terasa pahit dan asam. “Udangnya pahit sama asam, setelah itu pusing,” tutur Zidan.
Siswa lainnya menyebut tahu bulat dalam menu tersebut berbau dan terasa basi. Keterangan para siswa menjadi informasi awal, meski belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kejadian.
Ela Fradiana, salah seorang wali murid, yang mendampingi anaknya di Puskesmas Sukosari, mengatakan anaknya masih mengeluhkan sakit perut meski kondisinya berangsur membaik. “Ini perutnya masih sakit,” kata Ela.
Anaknya kemudian diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan. Namun, Ela memilih sementara tidak mengizinkan anaknya mengonsumsi menu MBG. Camat Kartoharjo Yayak Muflihana Hanik dan Kapolsek Kartoharjo Kompol Mujo turut memantau penanganan di Puskesmas Sukosari.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kejadian tersebut. Penanganan dan pemulihan siswa menjadi prioritas. Penyebab pasti keluhan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. (*/ibn)












