Malang, Jatim Mandiri
Pertamina meningkatkan pasokan BBM sekitar 20 persen untuk mengimbangi lonjakan konsumsi, terutama Pertalite dan Solar, di Kota Malang, Selasa (8/9). Hasil inspeksi Tim Pengendalian Inflasi Daerah memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar setelah pemeriksaan di SPBU Ciliwung.
Sales Branch Manager Pertamina Malang Imam Rizky mengatakan, peningkatan pasokan dilakukan menyusul pertumbuhan konsumsi BBM di Malang Raya. Konsumsi Pertalite tercatat meningkat sekitar 6–10 persen. Sementara itu, konsumsi Solar tumbuh sekitar 10–15 persen.
Pertamina meningkatkan penyaluran gasoline, termasuk Pertalite, dari kondisi normal sekitar 700 kiloliter menjadi 888 kiloliter per hari. Pasokan Solar juga ditambah dari sekitar 280–300 kiloliter menjadi 360 kiloliter per hari.
“Jadi total penambahan suplai dari kami sekitar 20 persen. Harapannya stok di SPBU semuanya terpenuhi dengan optimal,” kata Imam. Menurut dia, peningkatan konsumsi dipengaruhi tingginya aktivitas masyarakat sepanjang Agustus. Masuknya mahasiswa turut meningkatkan mobilitas, terutama pengguna kendaraan roda dua.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga mengubah pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite karena harganya lebih rendah.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, perubahan pola konsumsi tersebut menyebabkan antrean Pertalite di sejumlah SPBU. Namun, kondisi itu bukan disebabkan kekosongan stok. “Pertalite lebih banyak dipilih daripada Pertamax karena harga Pertamax naik, sehingga masyarakat mencari yang subsidinya,” ujar Wahyu.
Ia mengatakan, TPID melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan sekaligus keterjangkauan BBM bagi masyarakat. Hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan stok tersedia dan penyaluran tetap berjalan. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM. Semua aman, lancar, stok juga ada,” tegasnya. (yf/ibn)












