Kota Besar

Pasir Proyek Bratang Surabaya Bikin Macet, Pemkot Minta Maaf

Penulis: Hari Agung
×

Pasir Proyek Bratang Surabaya Bikin Macet, Pemkot Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Proyek Bratang Surabaya
Pasir agregat proyek peninggian jalan di Jalan Bratang Binangun Surabaya memicu kemacetan parah dan keluhan bahaya bagi pengendara roda dua
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gundukan pasir agregat proyek peninggian jalan di Jalan Bratang Binangun Surabaya memicu kemacetan parah dan keluhan bahaya bagi pengendara roda dua.
  • Keterlambatan perataan material terjadi akibat mesin motor grader mengalami kerusakan teknis saat baru meratakan sedikit area pada malam hari.
  • Pemkot Surabaya meminta maaf, memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah ke utara, dan memastikan pemadatan tuntas minimal 24 jam sebelum pengaspalan.

Surabaya, Jatim Mandiri — Ruas Jalan Bratang Binangun, tepatnya di depan Ruko RMI, Surabaya, mendadak mengalami kelumpuhan arus lalu lintas pada Kamis (5/11/2026) pagi hingga siang hari. Pemicunya adalah gundukan material agregat dan pasir proyek peninggian jalan yang menumpuk di tengah badan jalan, memakan sebagian besar lajur kendaraan hingga menimbulkan antrean panjang.

Kondisi ini memicu gelombang keluhan warga dan pengguna jalan di media sosial, terutama di platform Threads. Netizen dan pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang menyempit, debu tebal, serta ceceran kerikil dan pasir yang sangat licin dan membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor pada jam sibuk berangkat maupun pulang kerja.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) segera merespons gejolak tersebut dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat pengguna jalan yang terdampak kemacetan.

“Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama pengguna Jalan Bratang Binangun ini ada tumpukan-tumpukan material agregat. Ini adalah keperluan untuk peninggian jalan. Jadi setelah salurannya dikerjakan kiri dan kanan selesai, jalan ditinggikan kurang lebih sekitar 20 sampai 30 senti untuk penanganan genangan,” ungkap Kabid Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya, Dedy Purwito, di lokasi pengerjaan, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga  Pemkot Surabaya Tegaskan Tak Larang Edukasi Mainan Tradisional di CFD Tunjungan

Kronologi Mogoknya Motor Grader di Tengah Pekerjaan Malam

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, material pasir uruk tersebut didatangkan secara bertahap pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut petugas parkir setempat, Soleh, proses pengerjaan sejatinya langsung dimulai malam itu juga bersama alat berat. Namun, mesin peralatan mendadak mengalami kendala teknis.

“Tadi malam diturunin pasirnya sebenarnya langsung sama alat berat, tetapi rusak alat beratnya. Alat berat udah ngerjain itu. Macet dari pagi. Kalau semalam nggak rusak kemungkinan sekarang lancar,” tutur Soleh.

Hal senada ditegaskan oleh Dedy Purwito. Pekerjaan peninggian elevasi badan jalan memang dijadwalkan berlangsung pada malam hari untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. Namun, alat berat perata tanah jenis motor grader tiba-tiba macet saat baru meratakan sebagian kecil material di sisi utara. Sisa material akhirnya tertinggal menggunung di badan jalan hingga pagi hari.

Alat berat tersebut telah diperbaiki pada siang hari, dan perataan dilanjutkan kembali setelah jam sibuk lalu lintas terlewati guna menghindari penumpukan kendaraan yang kian parah.

Rekayasa Satu Arah Polsek Gubeng dan Syarat Pemadatan 24 Jam

Guna meredam simpul kemacetan di koridor Bratang Binangun hingga imbasnya ke arah Ngagel Jaya Selatan dan Manyar, DSDABM Surabaya berkoordinasi intensif dengan jajaran kepolisian dari Polsek Gubeng.

Dari hasil koordinasi taktis tersebut, kontraktor pelaksana diinstruksikan untuk meminggirkan sementara gundukan material ke arah sisi timur agar badan jalan memiliki ruang gerak bagi kendaraan. Selain itu, kepolisian memberlakukan skema rekayasa arus lalu lintas satu arah.

“Arahan dari Polsek Gubeng, lalu lintas sementara dibuka untuk satu arah saja, yaitu kendaraan yang melaju ke arah utara. Arus dari arah selatan masih belum diizinkan dan dialihkan ke jalur alternatif,” terang Dedy, sembari memastikan bahwa sosialisasi pengerjaan proyek telah disampaikan sebelumnya melalui pihak kelurahan dan kecamatan setempat.

Baca Juga  Culture Night Cross Culture Festival Sedot Ribuan Penonton

Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan bahwa tahapan pengaspalan belum dapat dilakukan secara instan. Material agregat yang dihamparkan harus melalui tahap pemadatan intensif terlebih dahulu agar konstruksi jalan kokoh dan tahan lama.

“Itu kami mau ratakan untuk buat jalan, tetapi alatnya rusak. Butuh utuh 24 jam untuk diratakan, minimal 24 jam, bagusnya itu dua hari jadi biar benar-benar padat. Kalau sudah rata semua, levelnya sudah cukup 20 sampai 30 sentimeter dan padat, baru masuk tahap pengaspalan,” jelas Hidayat Syah.

Bagi pengendara yang hendak melintasi kawasan Bratang Binangun menuju kawasan Ngagel maupun pusat kota, diimbau untuk menggunakan rute pengalihan sementara melalui Jalan Raya Manyar guna menghindari hambatan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *