Kota Besar

Bikin Macet, Eri Irawan Semprot Lemahnya Manajemen Lapangan

Penulis: Hari Agung
×

Bikin Macet, Eri Irawan Semprot Lemahnya Manajemen Lapangan

Sebarkan artikel ini
Eri Irawan
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gundukan pasir proyek peninggian jalan di Jalan Bratang Binangun Surabaya memicu kemacetan parah dan disorot tajam oleh DPRD Surabaya imbas lemahnya pengawasan.
  • Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendesak dinas terkait menjatuhkan teguran tegas kepada kontraktor dan konsultan pengawas karena merugikan mobilitas warga serta UMKM.
  • Pemkot Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas insiden mogoknya alat berat dan menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah sembari menyelesaikan perataan material.

Surabaya, Jatim Mandiri — Kelumpuhan arus lalu lintas di koridor Jalan Bratang Binangun, tepatnya di depan Ruko RMI Surabaya, pada Kamis (5/11/2026) memicu gelombang kritik dari legislatif. Penumpukan gundukan material pasir dan batu agregat yang menutupi sebagian besar badan jalan raya dinilai bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan cerminan buruknya tata kelola pelaksanaan proyek di lapangan.

Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyoroti tajam insiden yang memicu kemacetan panjang serta membahayakan keselamatan pengguna jalan tersebut. Eri menegaskan, kelalaian dalam penanganan material proyek infrastruktur di ruas jalan padat perkotaan memperlihatkan rapuhnya tahapan perencanaan dan pengawasan teknis.

“Kondisi ini menunjukkan adanya masalah dalam manajemen pelaksanaan proyek di lapangan. Ini juga menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan. Bagaimana mungkin sebuah proyek infrastruktur besar di tengah kota bisa membiarkan material dikelola dengan cara seperti ini? Ini menunjuk pada lemahnya perencanaan, pengawasan, dan ketidaktegasan dari pihak terkait,” tegas Eri Irawan saat dimintai tanggapan, Kamis (5/11/2026).

Banjir Aduan Warga, Dewan Desak Sanksi Tegas untuk Rekanan dan Konsultan

Alumni S2 Kebijakan Publik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya tersebut, mengungkapkan bahwa laporan mengenai tumpukan material yang menutup jalan tersebut pertama kali ia terima langsung dari pesan singkat masyarakat pada jam sibuk pagi hari. Dampak dari kemacetan ini tak hanya mengacaukan waktu tempuh warga yang hendak berangkat kerja, tetapi juga memukul sektor perputaran ekonomi lokal di sepanjang kawasan Ngagel dan Bratang.

Baca Juga  Regenerasi Jadi Kunci Pelestarian Reog Singo Joyo Rekso di Sememi

“Tadi pagi sekitar jam 07.00 ada WA masuk ke saya dari pengguna jalan terkait masalah tersebut, dan langsung kami koordinasikan dengan dinas terkait. Dinas harus menegur kontraktor dan konsultan pengawas yang lalai sehingga menyebabkan sumbatan mobilitas pada jalur tersebut dan membahayakan pengguna jalan. Serta juga berdampak pada aktivitas ekonomi, terutama UMKM di lokasi tersebut,” cecar Eri.

Di balik kritik keras terhadap lemahnya pengawasan di tingkat operasional, politisi DPRD Surabaya ini tetap mengapresiasi respons cepat pimpinan daerah dalam menangani gejolak tersebut.

“Kami juga mengapresiasi gerak cepat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang langsung bergerak mengevaluasi manajemen proyek di kawasan Ngagel tersebut,” imbuhnya.

Kronologi Mogoknya Alat Berat dan Rencana Pengendalian Genangan

Mengenai duduk perkara di lapangan, Eri Irawan memaparkan bahwa material yang menumpuk tersebut merupakan agregat yang dialokasikan untuk pekerjaan peninggian badan Jalan Bratang Binangun. Pembenahan fisik ini dikerjakan secara terintegrasi dengan saluran drainase di kawasan Bratang dan sekitarnya agar penanganan banjir lebih terkendali.

“Kronologinya itu adalah agregat untuk peninggian Jalan Bratang Binangun, karena di situ kan ada pembenahan yang terintegrasi terkait dengan salurannya, saluran di kawasan Bratang itu dengan saluran-saluran di sekitarnya sehingga diharapkan banjirnya bisa lebih terkendali,” jelasnya.

Namun, skenario perataan tanah yang semestinya tuntas dalam semalam gagal terealisasi lantaran armada kerja rekanan mengalami kendala mekanis mendadak di lokasi.

“Nah, tadi malam itu memang rencananya akan diratakan oleh alat, tetapi oleh kontraktor pelaksana, ternyata alatnya itu ada trouble. Sehingga dicarikan alat pengganti dan proses hari ini dalam proses diratakan kembali dan diproses kembali. Sebenarnya kemarin itu mestinya tadi malam sudah beres,” urai Eri.

Baca Juga  Tak Kenal Kata Menyerah, Ini Kisah Inspiratif Prof Astutik Raih Gubes Ilmu Hukum Bisnis Unitomo

Permohonan Maaf DSDABM dan Skema Rekayasa Satu Arah

Sebelumnya, keberadaan gundukan pasir dan debu di tengah jalan tersebut menuai keluhan masif pengguna media sosial Threads dan pengendara motor. Warga menyoroti licinnya jalan akibat ceceran pasir serta pengerjaan yang bersinggungan dengan jam sibuk aktivitas publik.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Kabid Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya Dedy Purwito serta Kepala DSDABM Hidayat Syah menjelaskan bahwa material didatangkan sejak Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 23.00 WIB untuk peninggian jalan sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Akibat kerusakan motor grader, pengerjaan sempat tertunda.

Guna mengurai simpul kepadatan, DSDABM berkoordinasi dengan Polsek Gubeng untuk memberlakukan skema rekayasa satu arah, yakni hanya membuka arus kendaraan yang mengarah ke utara, sementara kendaraan ke arah selatan dialihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Raya Manyar. Pemkot memastikan material dipinggirkan ke sisi timur dan dipadatkan secara menyeluruh selama minimal 24 jam sebelum memasuki tahap akhir pengaspalan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *