Jatim

Pasar Murah Pemprov Jatim Tembus Titik Ke-92 di Pasuruan dan Sidoarjo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Pangan Stabil

×

Pasar Murah Pemprov Jatim Tembus Titik Ke-92 di Pasuruan dan Sidoarjo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Pangan Stabil

Sebarkan artikel ini
Pasar murah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Pemprov Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah ke-91 di Pasuruan dan ke-92 di Porong Sidoarjo untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.

  • Berbagai komoditas pangan dijual jauh di bawah harga pasar, termasuk Beras SPHP 5 kg seharga Rp55.000 dan Minyakita Rp13.000 per liter.

  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung menyapa warga serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada para tukang becak di sekitar lokasi acara.

Pasuruan, Jatimmandiri.id – Antusiasme masyarakat memadati pelaksanaan Pasar Murah Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan di depan Kantor Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan pada Rabu (5/8/2026) dan berlanjut di Porong, Sidoarjo pada Jumat (7/8/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejak sebelum kegiatan dimulai, ratusan warga—yang didominasi para ibu rumah tangga—telah memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disambut hangat oleh warga yang telah mengantre sejak siang.

Gubernur Khofifah menyapa masyarakat secara langsung sekaligus memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan tertib sehingga seluruh warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah.

Intervensi Langsung Tekan Inflasi dan Amankan Daya Beli Masyarakat

Pelaksanaan di Kota Pasuruan merupakan titik ke-91, sedangkan di Porong Sidoarjo menjadi lokasi ke-92 dari rangkaian Pasar Murah yang digelar Pemprov Jawa Timur.

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Jatim dalam mengendalikan inflasi daerah, menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga khusus di bawah pasaran, antara lain:

  • Beras SPHP (5 kg): Rp55.000 per sak (harga pasar Rp65.000 – Rp67.000)
  • Beras Premium: Rp14.000 per kg
  • Beras Medium: Rp11.000 per kg
  • Minyak Goreng: Rp13.000 per liter
  • Gula Pasir: Rp14.000 per kg
  • Tepung Terigu: Rp10.000 per kg
  • Telur Ayam Ras: Rp20.000 per kemasan
  • Daging Ayam Ras: Rp30.000 per kemasan
  • Bawang Merah & Bawang Putih: Masing-masing Rp6.000 per 250 gram
  • Paket Cabai: Rp5.000 per 200 gram
Baca Juga  Pengedar Sabu Dibayar Online

Strategi Kolaboratif Jaga Keterjangkauan Pangan

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pasar Murah merupakan salah satu instrumen strategis Pemprov Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika harga pangan.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan makro, melainkan membutuhkan intervensi langsung yang dampaknya dirasakan nyata oleh warga.

“Pasar Murah ini terus kami lakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” kata Khofifah.

Ia menambahkan bahwa intervensi ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, memperlancar rantai distribusi pangan, serta mengantisipasi gejolak harga komoditas strategis.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan. Melalui Pasar Murah, kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga berkomitmen memperluas jangkauan program ini ke berbagai wilayah lain sesuai hasil evaluasi perkembangan harga di lapangan melalui sinergi dengan BUMN, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten/kota.

“InsyaAllah, Pasar Murah akan terus kami gencarkan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegas Khofifah.

Penghematan Nyata Dirasakan Warga dan Bantuan Bagi Pekerja Informal.

Manfaat dari selisih harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang hadir. Sarifah, seorang warga setempat, memborong tiga sak Beras SPHP kemasan 5 kilogram.

Ia mengaku bisa menghemat sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per sak dibandingkan belanja di pasar biasa.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Harganya lebih murah dibandingkan di pasaran, jadi bisa menghemat belanja rumah tangga,” ungkap Sarifah.

Baca Juga  Jaga Kondusivitas Kota, 838 Personel Disiapkan Polres Madiun Kota untuk Pengamanan Suroan

Senada dengan Sarifah, warga lainnya bernama Ismawati memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli Minyakita seharga Rp13.000 per liter.

Harga tersebut lebih murah Rp3.000 hingga Rp4.500 jika dibandingkan harga pasaran yang menyentuh Rp16.000 hingga Rp17.500 per liter.

“Kalau bisa lebih sering lagi diadakan. Selisih uang belanja ini bisa kami gunakan untuk kebutuhan rumah tangga yang lain,” tutur Ismawati.

Di sela-sela peninjauan pasar murah, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada para tukang becak yang beroperasi di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap pekerja sektor informal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *