Bojonegoro, Jatimmandiri.id – Muhammadiyah Bojonegoro menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026.
Sebagai daerah yang berbatasan dengan Jombang, Muhammadiyah Bojonegoro akan menerjunkan kadernya untuk membantu kelancaran pelaksanaan muktamar. Para kader tersebut akan bergabung sebagai relawan dan ditempatkan sesuai kebutuhan panitia.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi untuk mempersiapkan kader yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami dari Muhammadiyah Bojonegoro sudah siap bergabung dengan anggota Muhammadiyah lainnya di arena muktamar untuk membantu kelancaran kegiatan sebagai relawan,” ujar Sholikin Jamik kepada Jatimmandiri.id, Kamis (21/8/2026).
Muhammadiyah Siapkan Dukungan di Berbagai Bidang
Dukungan Muhammadiyah terhadap Muktamar ke-35 NU tidak hanya berupa pengerahan relawan. Sejumlah bantuan juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan peserta dan penggembira yang datang ke Jombang.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan sekitar 100 hingga 200 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) akan diterjunkan.
“Alhamdulillah, ada bantuan dari Kokam Muhammadiyah, sekitar 100 sampai 200 personel. Mereka datang ke sini dan siap mendukung pengamanan bersama Banser, Pagar Nusa, TNI dan Polri,” kata Gus Rozaq di Kantor Yayasan PPBU, Selasa (20/8/2026).
Selain membantu pengamanan, Muhammadiyah juga menyiapkan konsumsi gratis bagi masyarakat yang hadir selama pelaksanaan muktamar.
Sedikitnya 10.000 porsi bakso serta 10.000 porsi kopi dan telur hangat disiapkan untuk para muhibbin dan penggembira yang memadati kawasan Jombang.
Dukungan juga diberikan melalui layanan kesehatan. Sejumlah ambulans dan tenaga medis Muhammadiyah akan berkoordinasi dengan posko kesehatan Dinas Kesehatan Jombang serta rumah sakit rujukan.
Layanan tersebut disiapkan untuk membantu peserta dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis selama kegiatan berlangsung.
Gus Rozaq mengapresiasi dukungan dari berbagai organisasi keagamaan tersebut. Menurutnya, keterlibatan lintas organisasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran dan keamanan Muktamar ke-35 NU.
Wujud Ukhuwah Islamiyah
Sholikin Jamik menegaskan, keterlibatan Muhammadiyah Bojonegoro bukan sekadar bentuk dukungan terhadap kegiatan organisasi keagamaan lain. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi wujud ukhuwah Islamiyah sekaligus semangat menjaga persatuan.
“Sebagai organisasi Islam, kami ingin Muktamar NU berjalan sukses. Ini bukan soal organisasi, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga persatuan umat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kader Muhammadiyah Bojonegoro yang akan diberangkatkan telah dikoordinasikan dan siap menjalankan tugas sesuai kebutuhan panitia di lokasi muktamar.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi contoh semangat kebersamaan antarelemen masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat.












