Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Tren positif transformasi energi rumah tangga makin terasa di Kabupaten Sidoarjo.
Sebanyak 7.223 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) bumi di Kecamatan Waru dan Candi kini telah resmi beroperasi.
Program strategis nasional ini sukses mengubah pola konsumsi energi masyarakat, meloloskan mereka dari ketergantungan LPG tabung menuju penggunaan gas bumi yang dialirkan langsung ke rumah secara aman, kontinu, dan jauh lebih ekonomis.
Manfaat ekonomi dari program ini dirasakan langsung oleh Dian (47), pengguna jargas. Selisih pengeluaran bulanan pascaberalih ke jargas diakuinya sangat meringankan beban belanja dapur.
“Jika biasanya saya keluar uang hingga Rp65 ribu per bulan untuk membeli tiga tabung gas melon, kini saya cukup membayar tagihan jargas rata-rata sebesar Rp27 ribu saja,” tutur Dian, Minggu (20/9/2026).
Melihat besarnya manfaat dan antusiasme warga, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas jangkauan infrastruktur gas rumah tangga ini ke berbagai kawasan padat penduduk lainnya.
“Pemkab Sidoarjo telah mengajukan proposal tambahan kuota sebanyak 10.500 jargas baru ke Kementerian ESDM. Penambahan ini akan memprioritaskan kawasan padat di Krian dan Tropodo agar pemerataan efisiensi ekonomi ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelas Subandi.
Langkah proaktif Pemkab Sidoarjo ini menjadi bukti konkret keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyediakan akses energi murah, tepat sasaran, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.












