InfrastrukturJatim

Tinjau Lokasi Banjir Sidorejo, Bupati Lumajang Desak Pemprov Jatim Segera Tangani Saluran Kritis

×

Tinjau Lokasi Banjir Sidorejo, Bupati Lumajang Desak Pemprov Jatim Segera Tangani Saluran Kritis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUMAJANG, jatimmandiri.id – Bupati Lumajang Indah Amperawati meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Sabtu (1/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat sekaligus mendorong percepatan normalisasi saluran air yang masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Didampingi jajaran perangkat daerah terkait, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu meninjau kondisi Afur Banter, saluran utama yang sebelumnya mengalami penyumbatan akibat endapan lumpur dan pertumbuhan eceng gondok. Di lokasi tersebut, alat berat milik Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mulai dioperasikan guna mempercepat pembersihan dan normalisasi aliran air.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Bunda Indah, langkah cepat harus dilakukan agar genangan tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah.

“Mulai hari ini alat berat mini sudah bekerja. Kita tidak menunggu, karena ini tentang keselamatan warga dan kelancaran air. Kami ingin memastikan penanganan dilakukan dengan cepat dan tuntas,” tegasnya saat berada di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah menjelaskan bahwa Pemkab Lumajang selama beberapa tahun terakhir telah melakukan normalisasi saluran air sepanjang 3,4 kilometer di wilayah tersebut. Upaya itu terbukti efektif mengurangi risiko banjir dan menjaga kelancaran aliran air selama lima tahun terakhir.

Namun demikian, masih terdapat sekitar tiga kilometer saluran kritis yang belum tertangani karena berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kondisi inilah yang dinilai menjadi salah satu faktor penyebab masih terjadinya genangan saat curah hujan tinggi.

“Yang sudah kita normalisasi sepanjang 3,4 kilometer terbukti efektif. Tapi masih ada tiga kilometer lagi yang menjadi pekerjaan bersama. Karena ini kewenangan provinsi, maka kita dorong agar segera ditangani lewat Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur,” jelasnya.

Baca Juga  Hadiri Soft Launching Jatimmandiri.id, JMSI: Media Baru yang Siap Landas

Bupati menegaskan bahwa penanganan banjir yang dilakukan Pemkab Lumajang tidak hanya berfokus pada penanganan darurat ketika banjir terjadi, tetapi juga mengedepankan perencanaan jangka panjang berbasis kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan sistem pengendalian banjir harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan rekayasa hidrologi yang terencana dan berkelanjutan. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara atau sekadar mengatasi masalah sesaat.

“Ini bukan hanya bersih-bersih air yang tergenang, tapi bagian dari upaya rekayasa hidrologi yang terencana. Kita ingin sistem pengendalian air di Sidorejo benar-benar kuat, bukan tambal sulam,” ujarnya.

Selain mengandalkan intervensi pemerintah, Bunda Indah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan sungai. Menurutnya, keberhasilan program pengendalian banjir tidak akan maksimal tanpa dukungan dan kesadaran warga.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan membuang sampah ke sungai dan saluran drainase dapat memperparah penyumbatan serta meningkatkan risiko banjir ketika musim hujan tiba.

“Penanganan teknis akan percuma kalau perilaku masyarakat tidak berubah. Pemerintah bekerja, tapi warga juga harus ikut menjaga,” pesannya.

Melalui kombinasi penanganan cepat di lapangan, normalisasi saluran air, koordinasi lintas kewenangan, serta keterlibatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen membangun sistem pengendalian banjir yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Ini bukan pekerjaan satu hari. Kami ingin memastikan bahwa setelah air surut, kita tinggalkan warisan sistem yang lebih kuat dan aman untuk masyarakat,” pungkas Bunda Indah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *