Intisari Berita:
- Gubernur Khofifah Indar Parawansa kukuhkan 76 anggota Paskibraka Jatim 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
- Komposisi berimbang terdiri atas 38 putra dan 38 putri untuk upacara penaikan serta penurunan bendera HUT ke-81 RI.
- Khofifah tekankan pengukuhan bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan ruh NKRI dan komitmen sejarah bangsa.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengukuhkan 76 pelajar terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Upacara pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu (16/8/2026).
Para anggota Paskibraka ini mengemban amanah kenegaraan untuk bertugas mengibarkan serta menurunkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung Negara Grahadi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa prosesi pengukuhan bukan sekadar seremoni formil belaka. Kegiatan sakral ini merupakan wahana untuk menanamkan serta mengokohkan ruh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sanubari para pemuda penerus bangsa.
“Pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremonial, namun kegiatan ini adalah menanamkan, menguatkan ruh Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui tugas negara sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Gedung Negara Grahadi pada HUT ke-81 pada tanggal 17 Agustus 2026,” tegas Khofifah.
Pesan Khofifah: Jaga Fokus, Kekompakan, dan Kuatkan Ikhtiar Doa
Menghadapi tugas mulia di hari peringatan kemerdekaan, Khofifah menginstruksikan seluruh pasukan pengibar bendera untuk senantiasa menjaga konsentrasi, kekompakan, dan ketenangan diri saat bertugas di hadapan publik maupun para pejabat kenegaraan.
Khofifah mengungkapkan bahwa ikhtiar teknis para anggota telah disempurnakan dengan bimbingan tim pelatih profesional serta iringan doa bersama lintas elemen di Jawa Timur.
“Saya berharap kekompakkan, konsentrasi dan fokus Saudara pada tugas pada saat pengibaran bendera dan pada saat penurunan bendera. Saudara telah diberseiringi dengan rangkaian doa yang kami panjatkan dari Gedung Negara Grahadi ini dengan istiqosah, pembacaan Surat Yasin dengan Penghafal Qur’an dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah, dan kami kuatkan kembali dengan doa anak-anak yatim dan piatu,” paparnya.
Dukungan spiritual dan pendampingan intensif tersebut diharapkan mampu mendongkrak rasa percaya diri seluruh personel agar menjalankan formasi pengibaran dan penurunan bendera secara sempurna dan tanpa cela.
“Saudara akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa melalui Provinsi Jawa Timur dari tugas negara bagi semuanya untuk mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih. Selamat bertugas, semoga semuanya diberikan kemudahan, kesuksesan, kesehatan dan kekompakan dan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya,” lanjut Khofifah.
Komposisi 76 Pelajar dan Penyematan Lencana Simbolis
Sebanyak 76 anggota Paskibraka Jawa Timur 2026 yang dikukuhkan memiliki komposisi berimbang, yakni terdiri dari 38 Paskibraka Putra dan 38 Paskibraka Putri dari perwakilan sekolah-sekolah terbaik di seluruh penjuru kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Rangkaian prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Pernyataan Ikrar Putra Indonesia Calon Paskibraka yang dipandu langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto.
Setelah pengucapan ikrar, Gubernur Khofifah menyematkan kendit dan lencana keanggotaan Paskibraka secara simbolis kepada Sandya Dewi Janitra, siswi SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro, yang mewakili rekan-rekannya sebagai tanda kesiapan menjalankan tugas kenegaraan.












